Kota Cirebon Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi

BENCANA-POHON-TUMBANG
0 Komentar

Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon telah mengendus potensi bencana di musim penghujan akhir-akhir ini. Banjir ada di urutan pertama yang rawan terjadi. Ada 11 titik. KPBD menyebar kader tangguh bencana di lokasi-lokasi itu.

BUKAN hanya banjir. Tapi juga longsor di dataran tinggi Argasunya. Itulah ancaman bencana di Kota Cirebon. Belum lagi pohon tumbang, yang belakangan kerap terjadi saat cuca buruk.
Kader tangguh bencana itu direkrut dari masyarakat. Mengingat personel KPBD yang terbatas. Pengarahan terhadap kader-kader tersebut telah dilakukan belum lama ini.
“Kita punya 2 perahu dan 12 personil yang dibagi menjadi dua tim,” ujar Kepala KPBD Kota Cirebon, Khaerul Bahtiar, kepada Radar Cirebon.
Pasukan dan armada banjir dikatakan sudah siap. Tinggal jalan. Termasuk 2 perahu tadi. Sudah disiagakan di atas mobil. Begitu dalam kondisi darurat bisa langsur meluncur. Sehingga diharapkan dapat meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi karena keterlambatan waktu tempuh. Termasuk pelampung juga sudah siap.
Potensi bencana di titik rawan sudah dilakukan pendataan. Ada 11 lokasi yang dianggap rawan banjir salah satunya adalah di Kelurahan Kalijaga. Tiap tahun lokasi itu jadi langganan.
Koordinator Pusdalops KPBD Kota Cirebon, Teguh mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai terkait dengan terjadinya cuaca ektrem. Di antaranya curah hujan tinggi, angin kencang dan gelombang tinggi.
“Banjir, pohon tumbang dan rob masih menjadi perhatian utama saat ini. Untuk banjir rob, kemungkinan dampaknya tidak terlaku besar,” ucapnya.
Untuk menanggulangi dampak bencana, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan. Seperti penyiagaan personel, peralatan dan juga logistik. Di Pusdalops sendiri ada 23 personel yang sudah siap melakukan penanggulangan kebencanaan.
Sementara untuk peralatan KPBD memastikan semuanya telah siap digunakan. Peralatan yang dimiliki KPBD adalah mesin senso (gerjagi mesin) dan perahu karet. “Peralatan kita standby. Termasuk pompa air yang sekiranya nanti dibutuhkan siap langsung dipakai. Setiap hari rutin dicek bagaimana kondisi peralatan segala macamnya,” lanjutnya.
KPBD juga telah melakukan sosialisasi kebencanaan di sejumlah daerah. Spanduk peringatan bencana juga akan dipasang di wilayah yang dianggap rawan.

0 Komentar