RADARCIREBON.ID –World of Coffee Bangkok 2026 bukan sekadar ajang menghadirkan kopi Indonesia di panggung internasional. Merta Coffee berhasil menunjukkan bagaimana sebuah desa kecil di kaki Gunung Ciremai mampu berbicara kepada dunia melalui rasa, kualitas, dan cerita.
Pencapaian tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang, termasuk pendampingan dan pengembangan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Ada cerita di balik setiap cangkir kopi. Tentang tanah yang dijaga, embun pagi yang menyentuh daun kopi, tangan-tangan petani yang tekun merawat setiap pohon, hingga harapan sebuah desa yang perlahan tumbuh menuju panggung dunia.
Baca Juga:Genjot Sertifikasi Halal UMKMPenanganan Rumah Ambruk Lamban dan Tidak Tuntas
Dari Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, lahirlah Merta Coffee, kopi Arabika lereng Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat, yang kini membawa nama Indonesia ke ajang World of Coffee Bangkok 2026 di Bangkok, Thailand, pada 7–9 Mei 2026.
Tumbuh di ketinggian sekitar 1.000–1.200 mdpl, kopi Arabika Karangsari hidup di tanah vulkanik yang subur dengan udara pegunungan yang sejuk. Alam membentuk karakter rasa yang khas, mulai dari floral yang lembut, fruity yang hidup, acidity yang bersih, hingga aftertaste manis yang hangat di akhir tegukan. Namun, cita rasa terbaik kopi ini sesungguhnya lahir bukan hanya dari alam, tetapi juga dari ketekunan para petani yang menjaganya.
Di balik aroma kopi yang kini dinikmati dunia, terdapat semangat para petani yang tergabung dalam Koperasi Destana Mandiri Karangsari. Dengan luas lahan tanam sekitar 15 hektare dan potensi produksi mencapai 30 ton per tahun, mereka tidak sekadar menanam kopi, tetapi juga menanam harapan tentang masa depan desa, kesejahteraan keluarga, serta mimpi agar kopi lokal Indonesia mampu berdiri sejajar dengan origin terbaik dunia.
Kepala KPw BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menuturkan sejak 2020 pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap Merta Coffee dan kelompok petani di Desa Karangsari.
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan kelembagaan koperasi, budidaya, proses produksi, hingga peningkatan kualitas pascapanen.
