Menurutnya, pekan ini dirinya bersama Sekda Kuningan Dian Rachmat Yanuar akan bertemu membahas teknis besaran kompensasi air.
“Saya akan komunikasi dengan Pak Sekda Kuningan. Tapi tempat pertemuan belum ditentukan,” kata Gus Mul, sapaan Agus Mulyadi, kemarin.
Intinya, kata dia, dari pertemuan walikota Cirebon dan bupati Kuningan (28/1), sudah ada kesamaan persepsi terkait kebutuhan air.
Kabupaten Kuningan juga memahami terkait kondisi di Kota Cirebon. Sehingga, di level kebijakan, sudah dilakukan, dan masing-masing menyerahkan ke tim teknis.
Makanya, pertemuan antara kepala daerah ini belum sampai ke finalisasi angka atau nilai kompensasi. “Masih membahas soal kebijakan,” katanya.
Gus Mul menjelaskan, walikota Cirebon dan Bupati Kuningan saling curhat. Bupati Kuningan menyampaikan, kenaikan kompensasi adalah kebutuhan alokasi dana dari kota untuk ini-itu.
Begitu juga Kota Cirebon, menyampaikan ini-itu, termasuk meningkatkan cakupan pelayanan.
Terkait argumen Rp206 per meter kubik sesuai kajian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Gus Mul menegaskan sudah dipahami, tinggal persoalan kebijakan berapa yang diakomodir.
“Tinggal persoalan kebijakan berapa yang nanti diakomodir. Juga kesepakatannya seperti apa,” pungkasnya. (abd)
Soal Kompensasi Air ke Kuningan, Pemkot Sudah Salah
