Briptu C Akhirnya Ditahan

ilustrasi-oknum-polisi
PROFIL AKP SW, Polisi Tipu Tukang Bubur Rp310 Juta, Ternyata Beberapa Kali Jadi Kapolsek di Cirebon. Foto: Ilustrasi.
0 Komentar

Termasuk ketika bertemu dengan laki-laki seusia atau mirip ayah tirinya tersebut. Selain pemerkosaan, juga terjadi tindak kekerasan yang terjadi pada Senin (22/8). Korban yang berusia 11 tahun dijambak hingga bagian kepalanya terasa perih saat sedang keramas.
Setelah kejadian itu, ibu korban menanyakan kepada anaknya dan mengakui bahwa seringkali menerima tindakan kasar. Selain itu, dalam pengakuannya korban diperkosa setelah keluarga tersebut baru pindah ke rumah baru.
“Dibekap, jadi tidak bisa teriak. Tidak berani lapor ke ibu, karena diancam akan dihajar,” kata korban. Korban bahkan sempat ditampar saat menolak untuk menjadi pelampiasan nafsu ayah sambungnya itu.
SUDAH CURIGA
Sementara ayah kandung korban baru mengetahui peristiwa yang dialami anaknya pada Senin lalu (5/9). Ia bertemu langsung dengan sang anak di RS Ciremai ketika akan melakukan visum.
Tangis pecah dari sang ayah. Kepada Radar Cirebon, ia mengatakan, sudah menaruh curiga terhadap ayah sambung anaknya tersebut. “Setiap tahun mendekati lebaran, biasanya saya selalu diizinkan ketemu dengan anak saya. Tapi lebaran tahun ini, selalu tidak diizinkan dengan berbagai alasan,” katanya.
Kecurigaannya sejak setahun terakhir. Di momentum yang sama, mendekati Idul Fitri tahun 2021. Saat itu, terduga pelaku mengantarkan sang anak kepada ayah kandungnya. Tapi, ia menilai raut wajah sang anak tampak tak biasa. Seperti ketakutan. “Badannya juga kurus,” ungkapnya.
Terpisah, ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol Anton membenarkan telah menerima aduan penganiayaan tersebut. Ia menambahkan, saat ini proses hukum sedang berjalan.
Jika terbukti, imbuh Anton, akan dikenakan pasal pencabulan atau persetubuhan terhadap anak di bawah umur. “Proses hukum sedang berjalan dan akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” ucap kasat kepada Radar, Senin (5/9).
Kasus ini juga mendapat perhatian dari Seto Mulyadi atau Kak Seto. Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu secara khusus datang ke Cirebon pada Rabu kemarin. Kak Seto berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
Kak Seto juga bertemu dengan korban dan keluarganya di Polres Ciko. Dalam pertemuan itu ibu korban tak kuasa menahan tangis saat mencurahkan isi hati seputar trauma dan rasa sakit yang dialami keluarganya. Kak Seto mempersilakan ibu kandung korban menguhubunginya secara langsung melalui nomor telepon pribadinya terkait perkembangan kasus ini.

0 Komentar