Sehingga, kata dia, para peziarah bisa lebih khusyuk. Lebih fokus berziarah, berdoa, dan bermunajat. Ia menyadari praktik pemaksaan untuk bersedekah sangat mengganggu peziarah.
Sebelumnya, Bupati Cirebon Imron MAg memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kesultanan dan masyarakat sekitar. “Kami koordinasi dengan para sultan dan masyarakat. Dan kita lihat sekarang sudah tertib dibandingkan minggu kemarin. Dan kami akan terus koordinasi. Forkopimda kompak di sini,” tegas Imron saat meninjau langsung area Makam Sunan Gunung Jati bersama Forkopimda pada Rabu (6/8/2025).
Bupati mengatakan sudah saatnya melakukan penertiban dengan serius demi memberikan kenyamanan bagi semua orang yang datang ke Makam Sunan Gunung Jati. “Kalau aman dan nyaman, efeknya terhadap ekonomi orang yang jualan di sini juga bagus,” katanya.
Baca Juga:Cukup! ‘Aja Adol Maesan’ di Kawasan Makam Sunan Gunung JatiCucu Menantu Walikota Cirebon 1960-1965 Ajak Warga Terlibat Penyusunan Sejarah Cirebon
Ia pun mengungkapkan bahwa para pedagang sudah sangat resah dengan banyaknya pengemis. “Tadi saya berbicara dengan pedagang, mereka mengeluh karena ada pengamis justru mengganggu orang-orang yang mau beli. Maka sekarang kita tertibkan. Kami bersama Forkopimda ingin menertibkan supaya Gunung Jati ini nyaman bagi peziarah dan juga pedagang di sini,” tandasnya.
Sedangkan Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan penertiban ini melibatkan semua pihak dan didukung Forkopimda, termasuk persetujuan Keraton Kanoman. “Kita Forkopimda ini bukan ujug-ujug melakukan kegiatan di sini. Kita sudah melakukan beberapa kali rapat koordinasi, termasuk juga dengan sultan, khususnya pengelola dari Kesultanan Kanoman. Pihak sultan sangat mendukung dan mengapresiasi langkah dari Forkopimda,” ujarnya.
Eko juga kembali menegaskan bahwa pihaknya akan menempatkan personel gabungan setiap hari agar tak ada lagi pengemis. Pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika masih ada pengemis.
Pihaknya tidak segan menangkap dan mempidanakan jika kedapatan ada yang memanfaatkan anak di bawah umur untuk mengemis. “Kita sedang laksanakan lidik. Saya sudah menurunkan personel dan juga koordinasi dengan Pak Dandim, Pak Kajari, kalau ada hal-hal yang memanfaatkan anak di bawah umur untuk mengemis, akan kita tangkap,” tegasnya. (ade/den)
