Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bupati Indramayu Lucky Hakim Pastikan Luasan LP2B Aman di Atas Batas Minimum

Direktorat Jenderal PPTR
AUDIENSI: Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri audiensi terkait Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang digelar oleh Kementerian ATR/BPN melalui Direktorat Jenderal PPTR di Jakarta, Selasa (26/5/2026) lalu. Foto: PEMKAB FOR RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri audiensi terkait Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang diselenggarakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) di Jakarta.

Pertemuan strategis ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Langkah percepatan tersebut ditargetkan mampu mengamankan luasan LP2B minimal sebesar 87 persen dari LBS (Lahan Baku Sawah) demi mendukung stabilitas ketahanan pangan nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan investasi dan dinamika pembangunan di tingkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lucky Hakim mengatakan proses sinkronisasi data pertanahan di wilayahnya kini telah mencapai titik temu yang positif setelah dilakukan penyelarasan perhitungan teknis dasar antara pemerintah daerah dan pusat. Ia memastikan bahwa secara prinsip Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menyatakan kesiapannya untuk mengikuti ketentuan yang ada, meskipun saat ini masih memerlukan sedikit penyesuaian pada angka-angka akhir.

Baca Juga:Didier Deschamps Resmi Rilis Skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026, Deretan Penyerangnya Bikin Lawan Waswas!Ini Head to Head Timnas Indonesia Lawan Seluruh Rival di Grup F Piala Asia 2027

“Awalnya, saya berpikir akan ada diskusi yang sangat alot, namun ternyata dasar perhitungannya sudah beres semuanya. Kami sudah setuju, secara teknis tinggal penyesuaian angka-angka saja, tetapi secara prinsip kami sudah siap,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Lucky menekankan, peran geografis dan geoekonomis Kabupaten Indramayu yang dinilai sangat vital bagi kondisi nasional. Selain menyandang predikat sebagai wilayah dengan luasan sawah terbesar, Indramayu juga menyimpan potensi sumber daya minyak dan gas bumi (migas) yang besar. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi secara beriringan, mengingat keduanya merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Indramayu adalah kabupaten dengan luasan sawah paling banyak, mungkin se-Asia Tenggara. Namun, di tanah kami juga terdapat banyak kandungan gas dan minyak. Karena keduanya merupakan PSN, baik ketahanan pangan maupun energi, kami sebagai pemangku kewenangan di daerah mengikuti arahan pusat demi kepentingan nasional,” jelasnya.

Mengenai ketersediaan lahan pertanian, Bupati Lucky Hakim memberikan jaminan bahwa posisi daerahnya berada dalam zona aman. Kepastian ini didasarkan pada kalkulasi riil di lapangan yang menunjukkan bahwa luasan LP2B di Indramayu masih berada di atas ambang batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

0 Komentar