RADARCIREBON.ID – Kondisi pasar saham Indonesia saat ini sedang mengalami tekanan tajam. Hal ini menyusul adanya keputusan hold sementara dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Seperti diketahui, MSCI merupakan perusahaan riset investasi global yang membuat dan menyediakan indeks saham sebagai acuan kinerja pasar keuangan dunia.
Hold yang dilakukan oleh MSCI itu terkait rebalancing indeks, dan meningkatnya kekhawatiran soal transparansi pasar. Juga adanya potensi penurunan status pasar.
Baca Juga:Masjid Sang Cipta Rasa Geger, Ada Jamaah Meninggal saat KhutbahJenazah Tersangkut di Jembatan Sungai Suranenggala Cirebon, Ternyata Warga Setempat
Kondisi ini, menurut Heni Nurhaenengsih dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Prioritas Area Cirebon, berdampak pada IHSG dan aliran modal asing jangka pendek sampai menengah.
Sementara itu, investor global memantau perkembangan perbaikan struktur pasar menjelang review berikutnya sekitar Mei 2026.
Dengan kondisi pasar saham yang masih tertekan oleh sentimen MSCI, menurut Heni, ada pendekatan yang lebih prudent. Di antaranya adalah dengan mengalihkan fokus ke instrumen yang defensif namun tetap produktif.
Heni pun menawarkan opsi investasi yang relatif lebih baik di fase seperti sekarang. Tawaran itu terutama ditujukan kepada investor prioritas.
Lalu apa saja 5 investasi yang lebih baik? Berikut ini penjelasan Heni melalui rilis rutinnya kepada para nasabah BSI Prioritas:
1. Reksadana Pasar Uang
Pilihan utama untuk parkir dana sementara. Keunggulan antara lain risiko sangat rendah. Tidak terpengaruh langsung volatilitas saham. Likuid dan fleksibel.
Selain itu cocok sambil menunggu kejelasan MSCI dan market direction. Cocok pula untuk investor yang ingin wait and see tanpa kehilangan potensi imbal hasil.
2. Sukuk atau Surat Berharga Negara (SBN Syariah)
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Investasi ini stabil, terukur, dan aman. Keunggulan antara lain ada imbal hasil lebih stabil. Dijamin negara. Cocok untuk income plan. Juga lebih tahan terhadap sentimen global jangka pendek. Ideal untuk investor yang mengutamakan kepastian dan ketenangan.
3. Emas atau Tabungan Emas
Investasi ini merupakan hedging klasik saat pasar saham bergejolak. Mengapa emas relevan? Karena safe haven saat ketidakpastian global. Proteksi nilai terhadap volatilitas. Juga cocok untuk diversifikasi portofolio. Dan strategis untuk menjaga nilai aset saat saham belum kondusif.
