KUNINGAN–Apel pagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, berubah menjadi momen penuh makna, Senin (9/2). Di hadapan jajaran ASN, tiga atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) asal Kuningan yang baru mengharumkan nama daerah di kancah internasional mendapat penghormatan khusus.
Mereka adalah Dheva Anrimusthi, Hilman Wilastra, dan Insan Nurhaida. Ketiganya tampil di Halaman Setda Kuningan bukan sekadar sebagai tamu kehormatan, melainkan sebagai simbol perjuangan dan kebanggaan daerah, usai mempersembahkan empat medali emas pada ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2026 di Thailand.
Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar sengaja menghadirkan para atlet NPCI dalam apel pagi sebagai bentuk apresiasi langsung dari pemerintah daerah. Ia menyebut mereka sebagai pejuang Kuningan lewat olahraga yang mampu menembus keterbatasan dengan semangat, disiplin, dan kerja keras.
Baca Juga:Masa Kerja Kurang dari Delapan Tahun, PPPK Cirebon Belum Bisa Isi Jabatan KepsekToto Siap Kawal Pembangunan Infrastruktur Desa ke Provinsi Jabar
“Di tengah keterbatasan, mereka mampu menorehkan prestasi luar biasa dan mengharumkan nama Kuningan serta Indonesia di tingkat internasional. Ini adalah inspirasi bagi kita semua,” ujar Bupati Dian.
Ucapan selamat dan apresiasi disampaikan langsung Bupati Dian didampingi Wakil Bupati Tuti Andriani SH MKn, Sekda U Kusmana MSi serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Asep Budi Setiawan MSi. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi penegasan kebanggaan pemerintah atas capaian para atlet disabilitas Kuningan.
Bupati Dian menegaskan, prestasi yang diraih menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi tertinggi. “Ini kebanggaan luar biasa. Mereka membuktikan bahwa semangat, disiplin, dan kerja keras mampu melampaui segala keterbatasan,” tegasnya.
Dari tiga atlet NPCI tersebut, Hilman Wilastra mencuri perhatian lewat raihan medali emas cabang angkat berat kelas 54 kilogram dengan angkatan impresif mencapai 179 kilogram, sebuah capaian yang mencerminkan konsistensi latihan dan kekuatan mental.
Medali emas lainnya disumbangkan Insan Nurhaida dari cabang atletik nomor lari 400 meter putri klasifikasi T36. Kecepatan dan daya juangnya menjadi inspirasi, terlebih ia dikenal sebagai atlet yang menjalani latihan dengan disiplin tinggi.
Sementara itu, Dheva Anrimusthi kembali menegaskan reputasinya sebagai atlet para-bulutangkis andalan Indonesia. Ia sukses meraih dua medali emas dari nomor tunggal dan ganda klasifikasi SU5, memperpanjang daftar prestasi internasional yang telah ia torehkan.
