RADARCIREBON.ID -Upaya pengendalian inflasi terus diperkuat pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin). Khususnya menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas).
Pengendalian harga kepokmas itu berkolaborasi dengan Bulog Cabang Cirebon dalam Tim Pengenfalian Inflasi Daerah (TPID). Salah satunya menghadirkan Kospi atau Kios Pengendali Inflasi di pasar-pasar daerah.
Program tersebut menjadi langkah lanjutan setelah pelaksanaan OPPSI (Operasi Pasar Pengendalian Inflasi) yang menyediakan beras SPHP di tujuh pasar milik pemerintah daerah.
Baca Juga:Dinkes Imbau Warga Waspadai HantavirusInvestasi Kabupaten Cirebon Tembus Rp1,449 Triliun di Trwiulan 1, Ini Rinciannya
Sebagai tahap awal, Kospi resmi diluncurkan di Pasar Pasalaran Kecamatan Weru.
Peresmian dihadiri jajaran Bulog Cirebon, Bank Indonesia Cirebon, Inspektorat, Bagian Ekonomi dan SDA Setda, hingga Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
Kospi dihadirkan sebagai instrumen stabilisasi harga sekaligus menjaga ketersediaan stok bahan pokok penting agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pangan berkualitas dengan harga di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi).
Adapun komoditas yang dijual di Kospi meliputi Minyakita, beras medium SPHP, beras premium Befood, hingga gula pasir.
Kepala Bulog Cirebon, Imam Mahdi mengatakan, kolaborasi antara Bulog dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam menjaga kestabilan harga pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha.
“Bulog bersama pemerintah daerah mengendalikan inflasi. Kospi ini sangat tepat dan strategis karena diluncurkan menjelang HBKN Iduladha,” ujar Imam Mahdi.
Sementara itu, Plh Disperdagin Kabupaten Cirebon, Dr Rodiya menjelaskan, kehadiran Kospi merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kenaikan harga dan keterbatasan pasokan sejumlah komoditas pangan di pasaran.
Baca Juga:West Java Economic Society 2026 Hasilkan Lima Rekomendasi KebijakanGeruduk Kantor Bupati Cirebon, Warga Ambulu Desak Penanganan Serius Banjir Rob
Menurutnya, ke depan Kospi akan menyediakan berbagai komoditas strategis yang tercantum dalam SK Bupati Nomor 637 Tahun 2024.
Di antaranya cabai, beras, kedelai, bawang merah, minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, daging ayam, daging sapi, telur ayam, hingga ikan.
“Kospi ini merupakan etalase pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah HET. Secara bertahap, Kospi akan kami hadirkan di tujuh pasar milik pemerintah daerah,” jelas Rodiya.
