“Teteg berarti memiliki tekad atau keinginan yang kuat, sementara Tutug berarti tuntas atau selesai. Jadi maknanya adalah semangat untuk menyelesaikan pembangunan dengan tekad yang kuat,” ungkap Fajar.
Menurutnya, sejumlah kegiatan tradisi juga akan digelar dalam rangkaian peringatan tersebut, di antaranya napak tilas sejarah Cirebon dan ziarah ke makam Syekh Syarif Hidayatullah sebagai pendiri Cirebon di kawasan Makam Sunan Gunung Jati.
“Selain prosesi tersebut, panitia juga merancang acara Mapag Kanjeng Dalem, yaitu prosesi penyambutan bupati ketika keluar dari Kantor Bupati Cirebon. Dalam prosesi itu, bupati akan disambut barisan pagar ayu yang berjumlah 41 orang, dengan iringan taburan bunga melati sebagai simbol penghormatan,” paparnya.
Baca Juga:Imigrasi Tangkap Tiga WNA19 Posko Kesehatan Disiagakan di Jalur Mudik, Libatkan 1.202 Tenaga Medis dari Dinkes
Rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan gamelan renteng serta penampilan seni dari berbagai sanggar budaya yang telah dikoordinasikan oleh DKKC.
Sementara itu, berbagai kegiatan dari perangkat daerah (SKPD) juga akan dimasukkan ke dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Cirebon. Di antaranya festival desa wisata, kegiatan literasi kearsipan dari Dinas Arsip, serta sejumlah agenda lainnya yang ada di setiap SKPD.
“Meski ada efisiensi anggaran, kegiatan hari jadi tetap dibuat semarak dengan melibatkan program-program dari perangkat daerah agar menjadi bagian dari rangkaian peringatan,” pungkasnya. (sam)
