Dedi Mulyadi: Masa depan Cirebon harus Bertumpu pada budaya, hentikan konflik

kdm cirebon
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut masa depan Cirebon harus bertumpu pada budaya. Foto via Traveloka - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi memyebut bahwa masa depan Cirebon harus bertumpu pada budaya.

Menurut KDM -sapaan akrabnya- Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon memiliki keunggulan sejarah dan budaya yang tidak dimiliki daerah lain.

Tidak banyak daerah yang punya kekuatan seperti Cirebon. Jejak sejarahnya masih utuh. Bahkan masih dijaga para pewarisnya.

Baca Juga:WFH No, Naik Sepeda OkeArus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One Way

“Cirebon itu lengkap. Peninggalannya ada, kasat mata. Kesultanan masih berdiri, pewarisnya juga ada,” ujarnya dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Cirebon.

Namun, ia memberi catatan tegas. Satu syarat agar Cirebon bisa melesat ke depan. “Hentikan konflik. Kalau ingin masa depan diraih, jangan terus bertentangan,” katanya.

KDM melihat, kekuatan Cirebon bukan hanya pada bangunan sejarah. Tapi juga pada identitas budaya yang masih hidup. Mulai dari bahasa, tradisi, hingga kuliner khasnya.

Itu sebabnya, ia mendorong agar pembangunan daerah tidak kehilangan jati diri. Branding Cirebon, kata dia, harus lahir dari kesadaran bersama masyarakatnya.

“Bahasanya masih ada, tradisinya ada, makanannya juga ada. Tinggal bagaimana kita membangun kesadaran kolektif itu,” ucapnya.

Cirebon Jogjanya Jawa Barat

Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga menyebut Cirebon memiliki segalanya untuk jadi destinasi wisata, mulai dari seni budaya, kuliner, dan bangunan cagar budaya yang dimiliki.

“Saya katakan Cirebon itu nanti menjadi ‘Jogjakartanya’ Jawa Barat,” ujar dia.

Baca Juga:Arus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol CipaliLalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah Cirebon

Satu potensi yang jadi catatan KDM adalah batik megamendung yang sudah manggung di kancah nasional maupun internasional. Menurutnya, megamendung harus tetap menjadi trademark Jawa Barat.

“Pemda Kabupaten Cirebon harus terus mengembangkan inovasi pakaian gaya khas kacirebonan, karena (batik) megamendung sudah menjadi trademark Jawa Barat hari ini,” ucap KDM.

Untuk merealisasikan Cirebon menjadi destinasi wisata seperti Jogjakarta, KDM berkomitmen membantu Pemkab Kabupaten menata kawasan Batik Trusmi agar lebih indah dan teratur.

Trotoar bagi pejalan kaki akan diperbagus, transportasi tradisional seperti becak dan delman akan diperindah dan diatur.

“Trotoarnya kita sama-sama desainkan untuk di tata dengan baik. Seluruh areal kawasan ke daerah Batik Trusmi itu harus segera ditata dengan baik, pasar tradisionalnya harus segera dibenahi. Becak-becaknya harus di- recovery dikasih lukisan-lukisan,” ungkapnya.

0 Komentar