Fadli Zon ke Kuningan, Janjikan Bakal Renovasi Gedung Syahrir dan Gedung Perjanjian Linggarjati

renovasi gedung syahrir
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menjanjikan akan melakukan renovasi Gedung Sutan Syahrir dan Gedung Perjanjian Linggarjati. Foto: Ig Dian Rachmat Yanuar - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengunjungi Kabupaten Kuningan dan menjanjikan akan melakukan renovasi Gedung Sutan Syahrir dan Gedung Perjanjian Linggarjati.

Gedung Syahrir berada di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus. Lokasinya berdekatan dengan Gedung Naskah atau Gedung Perjanjian Linggarjati.

Rencananya, kedua bangunan yang memiliki sejarah penting bagi proses Kemerdekaan RI tersebut bakal dilakukan renovasi.

Baca Juga:WFH No, Naik Sepeda OkeArus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One Way

“Insya Allah tahun ini, pak menteri menjanjikan untuk melakukan renovasi Gedung Syahrir dan Gedung Naskah,” kata Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar.

Selain itu, bupati juga mengajukan agar dibangun Museum Angklung di Kabupaten Kuningan. Sebab, alat musik tradisional ini punya keterkaitan khusus dengan Kota Kuda.

Kisah Cinta Syahrir dan Putri Solo di Kaki Gunung Ciremai

Sebagai catatan, dalam dokumen pemberitaan Radar Cirebon, Syahrir punya kaitan erat dengan desa yang berada di kaki Gunung Ciremai tersebut.

Di Linggarjati, Syahrir menemukan cinta. Dia sempat menaruh hati pada Putri Pura Mangkunegaran.

Dalam buku Peran Besar Bung Kecil, Syahrir dan Gusti Raden Ayu Siti Nurul bertemu di kaki Gunung Ciremai, Desa Linggarjati, Kabupaten Kuningan.

“Saya ketemu di Linggarjati,” kata Gusti Raden Ayu Siti Nurul yang pada waktu itu hadir di Gedung Perjanjian Linggarjati.

Gusti Raden Ayu Siti Nurul waktu itu hadir bersama Mangkunegara VIII, istri dan ibunya. Mereka menginap di Gedung Perjanjian Linggarjati.

Baca Juga:Arus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol CipaliLalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah Cirebon

Pertemuan lainnya terjadi di Jakarta, terutama saat dilaksanakan rapat kabinet. Terutama bila Keraton Pura Mangkunegaran diundang rapat.

Sejarawan, Rushdy Hoesein menyebutkan bahwa Sjahrir dan Putri Mangkunegaran sempat berpacaran selama kurang lebih 3 tahun.

Kisah percintaan tersebut dimulai sekitar tahun 1946, namun tidak berlanjut ke jenjang pertunangan atau pernikahan.

Ketidakberlanjutan hubungan ini, diduga dikarenakan Gusti Nurul yang memang tidak menginginkan berhubungan dengan politisi.

Gusti Nurul disebut tidak berminat menikah dengan tokoh politik lantaran risikonya yang terlalu besar.

Gusti Nurul kemudian menikah dengan Soerjo Soejarso pada 24, Maret 1951 dan di tahun yang sama Sjahrir menikah dengan Poppy, putri dr Saleh, seorang dokter keraton.

Kisah Sutan Sjahrir dan Putri Keraton Mangkunegaran, Solo Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarat Kusumawardhani yang bersemi di kaki Gunung Ciremai, bak kisah cinta tak sampai.

0 Komentar