Sebagian untuk PSN Nila Salin, Program Revitalisasi Tambak Pantura yang Ditolak Kompi

demo tambak di indramayu
Program revitalisasi tambak di Pantura Kabupaten Indramayu itu masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) direspons demo oleh Kompi. Foto: Anang Syahroni - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) menolak keras rencana program revitalisasi tambak di Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.

Program tersebut dinilai masyarakat merugikan masyarakat lokal. Terutama para petambak di Pantura Kabupaten Indramayu.

Kompi pun menggelar unjuk rasa di Pendopo Bupati Indramayu, Kamis 2 April 2026. Sejak pagi, massa mulai berdatangan dengan membawa berbagai spanduk berisi tuntutan.

Baca Juga:WFH No, Naik Sepeda OkeArus Balik Lebaran 2026 Hari Ini, Tol Cipali Masih One Way

Dalam aksinya, mereka menolak keras rencana revitalisasi tambak Pantura. Program tersebut digagas oleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ternyata program revitalisasi tambak di Pantura itu masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Konon, proyek itu di antaranya akan menyasar ribuan hektare lahan tambak di wilayah Pantura Indramayu.

Yang menarik, ribuan hektar tambak rakyat tersebut, di antaranya akan dijadikan tempat budi daya ikan nila salin. Hal ini seperti terungkap dalam kanal resmi KKP.

Seolah tak terpengaruh dengan penolakan dari para petambak di Indramayu, program itu terus berlanjut. Bahkan terus menyelesaikan tahapan-tahapan PSN tersebut.

Yang terbaru, Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya (DJPB) KKP menggelar konsultasi publik (konblik) tahap I. Isinya berupa Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk memastikan pelaksanaan program aman bagi kelestarian lingkungan serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu mengatakan, konblik tahap I KLHS merupakan salah satu syarat penting dalam perizinan. Terutama dalam pemanfaatan lahan kehutanan pada pelaksanaan program revitalisasi tambak Pantura Jawa. “KLHS ini menjadi instrument kunci untuk memastikan program revitalisasi tambak Pantura Jawa tetap berbasis ekonomi biru secara berkelanjutan dan ramah lingkungan tidak merusak ekosistem pesisir dan lingkungan sekitar,” tegas Tb Haeru Rahayu.

Dijelaskannya, tahapan KLHS merupakan rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh dan partisipatif. Tujuannya untuk memastikan program revitalisasi tambak Pantura Jawa, terutama untuk komoditas budi daya nila salin.

Program itu, tandasnya tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologi dan sosial.

Baca Juga:Arus Balik Lebaran Hari Ini, 87 Ribu Kendaraan Lintasi Tol CipaliLalu Lintas Tol Cipali Hari Ini, Ada Beberapa Perlambatan Arah Cirebon

Dia pun menyampaikan, tambak di Pantura Jawa memiliki potensi besar. Namun potensi harus berhadapan dengan tantangan dari sisi lingkungan, tata kelola dan ekonomi.

0 Komentar