MAJALENGKA – Organisasi pembina Kelompok Tani Hutan (KTH) di dua Kabupaten, Paguyuban Siliwangi Majakuning (PSM) berkurban 4 ekor sapi untuk dibagikan kepada ratusan anggotanya yang merupakan kepala keluarga di desa penyangga Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, baik diwilayah Kuningan maupun Majalengka, Kamis (28/05).
Ibadah kurban ini dihadiri pengurus paguyuban, ketua KTH 28 desa dan sejumlah tokoh yang peduli, dengan keberadaan masyarakat yang bekerja sehari-hari sebagai pemungut HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) di Zona Tradisional TNGC.
Proses pelaksanaan kurban digelar gotong royong, disekretariat PSM, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka.
Baca Juga:Jalan Pegagan-Lemahtamba 15 Tahun Rusak Parah, Warga Mengadu Langsung ke Sekdis PUTR Kabupaten CirebonBelasan Ribu Warga Jatibarang Baru, Kabupaten Indramayu Dapat Bantuan Pangan
Ketua Paguyuban H Nandar menerangkan, kurban tahun ini menjadi bagian dari rasa syukur seluruh anggota, sekaligus ajang silaturahmi rutin organisasi.
“Kurban ini, merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT, yang telah memberikan nikmat, karena seluruh anggota mendapat kemanfaatan HHBK di zona yang disediakan pemerintah sesuai aturan, Zona Tradisional Gunung Ciremai,” ungkapnya.
Kegiatan sepanjang hari Kamis kemarin diawali pengumpulan 4 ekor sapi, pemotongan, hingga membaginya kedalam ratusan paket daging layak komsumsi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, silaturahmi dan pembagian ratusan paket daging kurban kepada masing masing Ketua KTH untuk didistribusikan di Desa masing-masing.
Dalam pengarahannya di hadapan anggota, Nandar kembali menegaskan manfaat keberadaan paguyuban, yang bertugas melakukan pembinaan kepada Warga HHBK dalam hal pelestarian Gunung Ciremai.
Setiap anggota juga berkomitmen mendukung kinerja BTNGC dalam menjaga gunung Ciremai dari Karhutla dan ancaman lainnya.
“Setelah pemanfaatan, kita tidak lupa dengan pelestariannya, melalui kegiatan penanaman pohon endemik yang terus berlangsung, juga merawatnya setelah ditanam. Bibit endemik kita produksi dipermaian yang dikelola paguyuban. Proses ini terus bergulir sampai sekarang,” jelas Nandar.
Baca Juga:Pemkab Kuningan Salurkan Bantuan Stimulan RT/RW dan LPM Sebesar Rp299,5 JutaPNM Tebar Syukur, Salurkan Hewan Kurban ke Warga Desa
Kabar baiknya, sejumlah persemaian yang dikelola paguyuban memiliki kemampuan produksi hingga ratusan ribu bibit endemik dalam setahun, bahkan dari catatan paguyuban, selama 2004-2025 ada 100.000 bibit yang ditanam berbagai elemen.
Salahsatunya persemaian yang sangat produktif menghasilkan bibit berada di Desa Setiamegara, Cilimus Kuningan.
Manfaatnya tak hanya dirasakan anggota PSM, tapi juga disumbangkan untuk kegiatan masyarakat umum maupun lembaga, dalam kegiatan lingkungan, penanaman pohon, khusus di kawasan Gunung Ciremai.
