LONDON – Manchester City sukses meraih trofi Piala FA musim 2025/2026 usai mengalahkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 di Stadion Wembley, London. Kemenangan The Citizens ditentukan lewat gol tunggal Antoine Semenyo pada menit ke-71. Gol tersebut memastikan skuad asuhan Pep Guardiola membawa pulang gelar Piala FA kedelapan sepanjang sejarah klub.
Sebelumnya, City pernah menjadi juara pada musim 1903/1904, 1933/1934, 1955/1956, 1968/1969, 2010/2011, 2018/2019, dan 2022/2023. Bagi Guardiola, trofi ini juga menjadi gelar Piala FA ketiganya bersama Manchester City.
Dalam duel tersebut, City tampil lebih dominan sepanjang laga dibanding Chelsea. Berdasarkan statistik, The Citizens unggul dalam sejumlah aspek permainan. Semenyo dan kawan-kawan mencatatkan 10 percobaan tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Sementara Chelsea hanya mampu menghasilkan lima tembakan dan dua yang mengarah ke gawang.
Baca Juga:Hidupkan UMKM di Indramayu, Pemkab Perluas Area CFNModernisasi Pertanian di Indramayu, Sistem PM-AAS Bisa Hasilkan 10 Ton per Hektare
Dalam penguasaan bola, City juga lebih unggul dengan persentase 56 persen, sedangkan Chelsea mencatatkan 44 persen.
Keunggulan City terlihat pula dari akurasi umpan. Tim besutan Guardiola membukukan tingkat keberhasilan operan mencapai 90 persen, lebih baik dibanding Chelsea yang mencatatkan 85 persen.
Dari sisi distribusi bola, City mencatatkan total 527 operan sepanjang pertandingan. Adapun Chelsea hanya membuat 390 passing dan lebih banyak mengandalkan skema serangan balik.
Kemenangan ini terasa spesial bagi Guardiola. Selain menambah koleksi trofi, hasil tersebut juga mempertegas dominasi City di era kepelatihannya. Piala FA 2026 menjadi trofi besar ke-17 yang diraih Guardiola selama 10 tahun menangani The Citizens.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awalbabak. Chelsea yang tampil di bawah arahan pelatih interim Calum McFarlane mampu memberikan perlawanan sengit dan bahkan sempat mendominasi permainan pada babak kedua.
Namun, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-72. Berawal dari pergerakan Bernardo Silva yang mengalirkan bola ke Erling Haaland, Semenyo yang berada di tengah kotak penalti melakukan sentuhan tumit spektakuler.
Meski dalam penjagaan ketat Levi Colwill, ia mampu mengarahkan bola ke sudut jauh gawang tanpa mampu dihalau kiper Robert Sanchez. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang cenderung minim peluang bersih.
Baca Juga:Manchester City Terus Tempel Arsenal dalam Perebutan Gelar Premier LeagueLautaro Martinez Tembus 3 Besar Top Skor Inter Milan Usai Antar Nerazzurri Juara Coppa Italia 2026
Sepanjang babak pertama, Manchester City mendominasi penguasaan bola. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang terbuang. Sementara itu, Chelsea lebih banyak mengandalkan serangan balik dan pendekatan defensif.
