Perkuat Sinergi dengan NU hingga Perjuangkan Kesejahteraan Guru Ngaji 

HALALBIHALAL
HALALBIHALAL: Anggota DPRD Jabar M Asyrof Abdik saat menggelar halalbihalal di dua kecamatan di Kabupaten Cirebon, Pasaleman dan Gunugnjati. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Momentum halalbihalal dimanfaatkan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Muhammad Asyrof Abdik SHub Int, untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Legislator muda yang akrab disapa Gus Asyrof itu melakukan safari keagamaan dengan menghadiri dua agenda halalbihalal di Kabupaten Cirebon, yakni di MWC NU Gunungjati dan Majelis Taklim Raudlatul Qur’an, Kecamatan Pasaleman.

Kehadiran Gus Asyrof di tengah masyarakat tidak sekadar sebagai tamu undangan. Ia menjadikan momentum tersebut sebagai ruang dialog terbuka dengan warga, tokoh agama, serta pengurus organisasi keagamaan untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat akar rumput.

Baca Juga:Kenaikan Biaya Produksi Tekan Omzet Bisnis KonveksiSTMIK IKMI Cirebon Latih 630 Guru, Kuasai Artificial Intelligence untuk Pembelajaran dan Konseling

Di hadapan jajaran pengurus MWC NU Gunungjati, Gus Asyrof menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan sinergi antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, sebagai partai yang lahir dari rahim NU, PKB memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan program-program pemerintah provinsi dapat dirasakan manfaatnya oleh warga nahdliyin.

Ia menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi berbasis jamaah serta penguatan kemandirian organisasi keagamaan.

“Sinergi antara pemerintah dan struktur NU harus terus diperkuat, terutama dalam mendorong kesejahteraan umat melalui program-program yang tepat sasaran,” ujar Gus Asyrof.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Majelis Taklim Raudlatul Qur’an di Pasaleman, Gus Asyrof lebih banyak mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya terkait kesejahteraan guru ngaji serta kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan Alquran.

Ia menilai, peran para guru ngaji dan majelis taklim sangat vital dalam menjaga nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah masyarakat. Karena itu, Gus Asyrof menegaskan, politik seharusnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus memiliki ruh pengabdian.

Baginya, keberadaan NU dan majelis taklim merupakan benteng terakhir dalam menjaga akhlak bangsa.

Baca Juga:Pembangunan KDKMP Terkendala Lahan, Baru Terealisasi di Tiga KelurahanSkema KPBU PJU Capai Rp105 Miliar

“Sebagai wakil rakyat, tugas saya bukan hanya mendorong pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan infrastruktur spiritual tetap kuat,” tuturnya.

“Para kiai dan guru ngaji harus mendapatkan perhatian, penghormatan, dan kesejahteraan yang layak dari negara,” tegasnya.

0 Komentar