Pernyataan Petinggi Bank Cirebon Usai Ditahan Kejari di Kasus Kredit Macet, DG: Sehat, baik

Tiga Elite Bank Cirebon Ditahan
Ketiga orang yang ditahan itu adalah DG (58) selaku Direktur Utama Perumda BPR Bank Cirebon, AS (59) selaku Direktur Operasional Perumda BPR Bank Cirebon, serta ZM (54) selaku Kepala Bagian (Kabag) Kredit Perumda BPR Bank Cirebon.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Setelah lama jadi teka-teki, kasus dugaan kredit macet Perumda BPR Bank Cirebon akhirnya terkuak.

Tiga pejabat puncak pada bank milik Pemkot Cirebon yang telah ditutup oleh OJK pada Februari 2026 itu resmi ditetapkan sebagai tersangka sekaligus ditahan oleh Kejari Kota Cirebon.

Kepada wartawan, Kasi Intel Kejari Kota Cirebon Roy Andhika Stevanus Sembiring SH didampingi Kasi Pidsus Feri Nopianto SH mengatakan pihaknya meningkatkan status tiga orang saksi menjadi tersangka.

Baca Juga:Terapi Tradisional Tiongkok di Vihara Dharma Sukha Diminati, Kombinasi Totok Saraf dan EnergiGuru Honorer Diurus Setengah Hati, Sekjen PB PGRI: Tak Ada Istilah PPPK Paruh Waktu

Ketiga orang itu adalah DG (58) selaku Direktur Utama Perumda BPR Bank Cirebon, AS (59) selaku Direktur Operasional Perumda BPR Bank Cirebon, serta ZM (54) selaku Kepala Bagian (Kabag) Kredit Perumda BPR Bank Cirebon.

Roy mengatakan, penyimpangan yang terjadi adalah pemberian kredit periode 2017-2024 yang mencakup penyimpangan dalam pemberian kredit konsumtif dan modal kerja kepada 17 pegawai Perumda BPR Bank Cirebon.

Kerugian negara berdasarkan laporan BPK tanggal 19 Februari 2026 sebesar Rp17,3 miliar. “Para tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Kelas I Cirebon,” terang Roy.

Pantauan Radar Cirebon, ketiga tersangka dengan tangan terborgol dan menggunakan rompi tahanan warna merah muda, digiring masuk ke mobil tahanan milik Kejari Kota Cirebon. Dengan pengawalan anggota Kejari Kota Cirebon dan TNI, mereka dibawa ke Rutan Cirebon sekitar pukul 18.45 WIB.

Ketiga tersangka tak banyak memberikan pernyataan kepada media. Tersangka DG dan AS tampak berjalan dengan wajah dibiarkan terbuka sehingga mudah dikenali, sementara ZM tampak terus menunduk dan mengenakan masker. “Sehat, baik,” ujar DG dan AS kepada wartawan, sambil berjalan masuk ke mobil tahanan. (abd/rdh)

0 Komentar