Suasana Duka Menyelimuti Pemakaman Egi, ABK Cirebon yang Tewas di Bali

pemakaman egi di cirebon
Pemakaman jenazah anak buah kapal (ABK) asal Cirebon Egi Ramadan (30) menjadi korban penganiayaan berujung kematian di Pulau Bali. Foto: Khoirul Anwarudin - RADARCIREBON.ID
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Anak buah kapal (ABK) asal Cirebon Egi Ramadan (30) menjadi korban penganiayaan berujung kematian di Pulau Bali.

Pasca kejadian naas itu, para pelaku kini telah diamankan. Sementara jenazah Egi kini pulang kampung halamannya.

Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman di Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Baca Juga:AS – Iran Batal Damai, 5 Hal Ini Jadi Pengganjal, Salah Satunya soal Selat HormuzPerundingan Damai Berakhir Buntu, AS – Iran Siap Lanjutkan Perang

Berdasarkan pantauan Radar Cirebon, Ambulans yang membawa jenazah tiba sekitar pukul 12.30 WIB.

Setibanya di lokasi, jenazah langsung dibawa ke Mushola Nurul Hidayah, Blok Blangbong, untuk dishalatkan oleh warga dan keluarga.

Usai dishalatkan, jenazah Egi langsung dimakamkan di TPU Darna Rasa yang lokasinya tidak jauh dari mushola. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri warga sekitar.

Tangis keluarga pun pecah saat jenazah mulai diturunkan ke liang lahat. Sejumlah kerabat terlihat tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian korban yang begitu tragis.

Egi diketahui merupakan warga Desa Gombang, tepatnya di Blok Blangbong. Ia selama ini bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Bali.

Adapun peristiwa yang merenggut nyawa Egi terjadi di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Jumat (10/4/2026) dini hari.

Korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekelompok orang. Sebelum kejadian, Egi diketahui sempat berada di lokasi bersama rekan-rekannya.

Baca Juga:IPhone 15 Mulai Rp10 Jutaan! Ini Update Harga iPhone 15 Series April 2026Desain Penataan Kawasan Gedung Sate, Bakal Terintegrasi dengan Lapangan Gasibu

Insiden tersebut berujung pada tindakan kekerasan brutal. Korban dianiaya hingga tak berdaya, kemudian tubuhnya disiram bahan bakar dan dibakar oleh para pelaku.

Kasus ini sempat menggegerkan. Aparat kepolisian setempat bergerak cepat dan berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku dalam waktu kurang dari 10 jam setelah kejadian.

Hingga kini, proses hukum terhadap para pelaku masih terus berjalan di Bali.

0 Komentar