Talaga Biru dan Sideland Jadi Pusat Riset Siswa SMAN 1 Gegesik, BUMDes Siapkan Puluhan Homestay

Talaga Biru merupakan ikon wisata Desa Kaduela
Talaga Biru dan Sideland merupakan ikon wisata Desa Kaduela Kuningan
0 Komentar

KUNINGAN – Destinasi wisata unggulan Talaga Biru dan Sideland di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, akan menjadi lokasi utama program Disertasi (Dedikasi Siswa melalui Riset dan Eksplorasi) bagi ratusan siswa SMAN 1 Gegesik, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026.

Menyambut kegiatan tersebut, BUMDes Arya Kamuning selaku pengelola Talaga Biru dan Sideland telah menyiapkan puluhan homestay yang tersebar di lingkungan Desa Kaduela.

Direktur BUMDes Arya Kamuning, Iim Ibrahim, menjelaskan bahwa persiapan matang terus dilakukan demi kelancaran kegiatan yang akan berlangsung pada 28–30 April 2026.

Baca Juga:Lanud Sugiri Sukani Gelar Bazar dan Donor DarahSkema Embarkasi Penuh Diterapkan di BIJB Kertajati untuk Pemberangkatan Haji 2026

“Kami menyiapkan puluhan homestay di Desa Kaduela untuk para siswa dan guru selama kegiatan Disertasi berlangsung,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Talaga Biru Sideland dikenal sebagai ikon wisata alam andalan Desa Kaduela. Keindahan telaga biru serta suasana pedesaan yang asri menjadi daya tarik utama kawasan ini, sekaligus lokasi ideal bagi siswa untuk melakukan riset dan eksplorasi lapangan.

Kerja sama ini berawal dari undangan pihak sekolah kepada BUMDes untuk memaparkan potensi desa wisata. Dalam pemaparan selama tiga jam tersebut, tim BUMDes memperkenalkan berbagai potensi Desa Kaduela, mulai dari wisata alam seperti Talaga Biru Sideland, edukasi, hingga hiburan keluarga. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan sekitar 400 siswa.

Menurut Iim, Talaga Biru dan Sideland merupakan kawasan Desa Kaduela dinilai memiliki potensi lengkap sebagai objek penelitian siswa. Selain kekayaan wisata, desa ini didukung sarana prasarana memadai serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan homestay.

“Kegiatan ini memberi peluang besar bagi siswa untuk riset langsung di lapangan. Talaga Biru Sideland dan potensi desa lainnya bisa jadi bahan eksplorasi. Ini juga menggerakkan ekonomi desa karena ada ratusan pengunjung,” tambahnya.

Program Disertasi sendiri merupakan pembelajaran berbasis praktik, di mana siswa melakukan observasi, wawancara, dokumentasi lapangan, hingga menyusun karya tulis ilmiah. Kegiatan serupa sukses digelar pada 2024 dan berhasil mendorong prestasi siswa hingga tingkat nasional. Meski sempat terhenti pada 2025 karena kebijakan pemerintah provinsi, tahun ini kegiatan kembali dilaksanakan.

“Tahun ini, alhamdulillah, bisa kembali digelar. Harapannya, Talaga Biru Sideland dan Desa Kaduela bisa melahirkan siswa-siswa berprestasi,” ungkap Iim.

0 Komentar