Walikota Siap Hadapi Laporan dan RDP, KAI Masih Koordinasi Internal

Walikota Siap Hadapi Laporan dan RDP
JALAN TERUS: Walikota Effendi Edo menghormati langkah sejumlah pihak yang melaporkan dirinya dan PT KAI ke polisi. Edo juga siap menghadiri RDP jika diundang DPRD Kota Cirebon terkait pembongkaran rel kereta api Kalibaru. Foto: Dedi Haryadi/Radar Cirebon
0 Komentar

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon hingga kini masih memilih untuk menutup rapat keran informasi resmi. Sikap diam ini muncul setelah sejumlah pegiat budaya secara resmi melayangkan laporan polisi terhadap jajaran Direksi PT KAI dan Walikota Cirebon atas dugaan perusakan objek diduga cagar budaya (ODCB).

​Hingga Minggu siang (19/4/2026), belum ada pernyataan pembelaan maupun tanggapan teknis dari pihak operator kereta api negara tersebut. Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, saat dikonfirmasi kembali menegaskan bahwa otoritasnya belum memiliki wewenang untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan laporan di Polres Cirebon Kota.

“Punten Kang, kalau terkait rel saya belum bisa berkomentar untuk perkembangan selanjutnya. Kami masih akan melakukan koordinasi internal dulu,” ujar Muhibbuddin singkat melalui pesan elektronik, Minggu (19/4/2026).

Baca Juga:Hari Ini, STIKes Indramayu Wisuda 122 Lulusan, Siap Berkarir di Indonesia hingga Luar NegeriKebijakan Baru, Relaksasi BOSP untuk Gaji PPPK Paruh Waktu

​Ketidakpastian ini berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Pantauan di aliran Sungai Sukalila hingga menuju hilir eks jembatan rel Kalibaru memperlihatkan potret pengerjaan yang seolah “mati suri”. Sisa-sisa material jembatan yang sempat memicu kegaduhan publik tersebut kini tampak terbengkalai.

Struktur besi berkarat masih menggantung secara tidak beraturan di atas permukaan air, sementara potongan rangka baja lainnya teronggok di tepian sungai yang dipenuhi semak belukar. Di lokasi, struktur baja peninggalan kolonial itu tampak terpotong secara paksa. Balok-balok besi tebal yang dahulu menyokong jalur distribusi logistik pelabuhan kini hanya menjadi rintangan bagi aliran sungai. (rdh/ade)

0 Komentar