RADARCIREBON.ID – TK Baitul Makmur Kota Cirebon memperingati Hari Kartini dengan beragam kegiatan edukatif, tidak hanya sebatas mengenakan kostum. Kegiatan yang digelar antara lain fashion show hingga menonton film bertema pahlawan, khususnya RA Kartini.
Kepala TK Baitul Makmur Kota Cirebon, Lien Indriyanti, M.Pd., mengatakan peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Kartini Cilik nan Saleh Salehah, Berani Bermimpi, Berakhlak Mulia.” Seluruh siswa mengenakan pakaian adat, busana daerah, hingga batik.
Kegiatan diawali dengan fashion show, di mana anak-anak berjalan di atas karpet merah mengenakan busana tradisional masing-masing.
Baca Juga:Merajut Momen Sekali Seumur Hidup di Aston CirebonSantri Al Hikmah Raih Best Research Award di National Essay Competition
“Fashion show ini bertujuan melatih keberanian anak untuk tampil di depan teman-temannya,” ujarnya.
Melalui penggunaan pakaian adat, lanjut Lien, siswa diperkenalkan pada keberagaman suku dan budaya di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan wastra nusantara serta mengajarkan etika dalam berpakaian tradisional.
Usai fashion show, anak-anak menampilkan kemampuan seni dengan menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini”.
“Kegiatan ini dapat membantu membangun mental positif serta mengembangkan bakat dan kreativitas anak,” jelasnya.
Selain itu, siswa juga diajak menonton film bertema pahlawan untuk menanamkan nilai nasionalisme dan mengenalkan sosok RA Kartini sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan memahami jasa para pahlawan sekaligus membangun identitas sebagai bangsa Indonesia yang menghargai sejarah.
Menurut Lien, melalui media tontonan, anak-anak juga diperkenalkan pada nilai kesetaraan dan kebebasan meraih cita-cita, sejalan dengan semangat perjuangan Kartini.
Baca Juga:Nooralia Luncurkan 100 Pioneer Sahabat NooraliaWaspadai Dampak Kemarau Ekstrem, BPBD Cirebon Siaga Antisipasi Krisis Air
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan meraih cita-cita tanpa memandang gender. Nilai-nilai ini kami sampaikan dengan cara yang sederhana, ceria, dan menyenangkan agar mudah dipahami anak usia dini,” ungkapnya. (apr)
