Waspadai Dampak Kemarau Ekstrem, BPBD Cirebon Siaga Antisipasi Krisis Air

BPBD Kabupaten Cirebon
SIAGA: Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Syamsul Huda menyatakan sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemarau ekstrem, kemarin. FOTO: IST/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau tahun ini yang diprediksi lebih kering dan panas dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, meski saat ini hujan masih terjadi di sejumlah wilayah, kondisi tersebut tidak mengubah proyeksi puncak kemarau yang diperkirakan lebih ekstrem.

“Memang saat ini sudah masuk kemarau, meskipun masih ada hujan. Namun, tahun ini diprediksi lebih kering dan panas dibandingkan tahun lalu,” ujar Syamsul Huda.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiagakan personel serta peralatan pendukung.

Baca Juga:OC Strategy Bangun Komunitas Trader di Cirebon Hasil Muscab, 4 Calon Ketua PKB Cirebon Berebut Restu Cak Imin

Koordinasi juga dilakukan dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) guna memastikan distribusi air bersih berjalan optimal saat puncak kemarau terjadi.

BPBD memprediksi potensi kekeringan akan meluas ke sejumlah desa di berbagai kecamatan.

Untuk itu, upaya mitigasi disiapkan, di antaranya penempatan tandon air sebagai titik distribusi bantuan.

Selain itu, BPBD juga mengidentifikasi sejumlah desa yang hampir setiap tahun terdampak krisis air bersih.

Desa-desa tersebut telah mendapatkan bantuan sumur artesis guna mengurangi dampak kekeringan, seperti Desa Walahar, Beber, Greged, dan Sedong.

“Wilayah tersebut memang menjadi langganan kekeringan, sehingga kami prioritaskan bantuan sumur artesis,” tambahnya.

Syamsul Huda mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air sejak dini guna mengantisipasi dampak kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya dalam beberapa bulan ke depan. (den)

0 Komentar