MAJALENGKA – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama serikat pekerja menyiapkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat makna kebersamaan dan penyaluran aspirasi.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengatakan, pada 30 April 2026 akan digelar kegiatan jalan santai yang melibatkan puluhan ribu buruh dari berbagai perusahaan di wilayah tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus memperkuat solidaritas antarpekerja.
“Kegiatan ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Ini momentum kebersamaan para buruh,” ujar Eman saat dialog bersama serikat pekerja di Pendopo Majalengka, Senin (27/4/2026).
Baca Juga:PKU Akbar 2026: PNM Bekali 250 Pengusaha Ultra Mikro di Cirebon dengan Literasi Keuangan dan Kearifan LokalJadwal Bhayangkara FC vs Persib: 5 Laga Krusial Maung Bandung Dimulai dari Lampung
Selanjutnya, pada 1 Mei 2026, sebagian perwakilan buruh dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti peringatan May Day tingkat nasional di kawasan Monas. Kehadiran buruh Majalengka di tingkat nasional diharapkan menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi secara lebih luas.
Selain agenda utama tersebut, pemerintah daerah juga mendorong kegiatan kerja bakti di lingkungan perusahaan. Kegiatan ini dinilai dapat menumbuhkan rasa memiliki pekerja terhadap tempat kerja sekaligus mempererat hubungan industrial.
“Jika rasa memiliki tumbuh, perusahaan juga akan bangga karena para buruh ikut menjaga lingkungan kerja,” kata Eman.
Ia juga mengusulkan agar kegiatan kerja bakti dilakukan secara rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali, sebagai bagian dari budaya kerja yang positif.
Sementara itu, Ketua DPD KSPN Kabupaten Majalengka, M Basyir, mengapresiasi respons pemerintah daerah yang dinilai terbuka terhadap aspirasi pekerja. Menurutnya, dialog yang dilakukan menghasilkan sejumlah masukan strategis terkait kebijakan ketenagakerjaan di daerah.
Ia menegaskan bahwa sektor ketenagakerjaan harus menjadi prioritas strategis, bukan sekadar program tambahan. Selain itu, diperlukan keseimbangan antara masuknya investasi dan peningkatan kesejahteraan buruh.
“Jangan hanya mengejar jumlah pabrik, tetapi kesejahteraan pekerja juga harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Baca Juga:Empat Varietas Tembakau Kuningan Kantongi Sertifikat NasionalJadi Solusi Kemacetan dan Dorong Ekonomi, Pembangunan Underpass Jatibarang Dinantikan
Basyir juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan ketenagakerjaan di kawasan industri, peningkatan pelatihan dan keterampilan tenaga kerja berbasis kebutuhan industri lokal, serta perlindungan terhadap pekerja rentan, seperti perempuan, pekerja kontrak, dan pekerja alih daya (outsourcing).
