Indramayu Jadi Panggung Kopi

Seven Coffee Company
KEBERSAMAAN: Owner Seven Coffee Company dan Seven Dragon, Richie Mandira foto bersama panitia dan para juara Seven Manual Brew Championship 2026. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Upaya mengenalkan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang dunia kopi terus dilakukan Seven Coffee Company. Kegiatan ini sekaligus menjadi panggung bagi perkembangan budaya kopi di Kabupaten Indramayu.

Kompetisi yang berlangsung di kedai yang berlokasi di Jalan Veteran No 88, Kelurahan Lemahabang tersebut, diikuti 29 barista dari berbagai daerah. Mulai dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning), hingga Karawang, Bekasi, dan Tegal. Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan anniversary pertama Seven Coffee Company dan Seven Dragon.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam meracik kopi manual brew untuk kemudian dinilai oleh dewan juri. Demi menjaga objektivitas, panitia menghadirkan tiga juri profesional dari wilayah Cirebon. Selain itu, hadiah total sebesar Rp5 juta disiapkan bagi para pemenang, lengkap dengan sejumlah penghargaan lainnya.

Baca Juga:Aksi Petugas Damkar Evakuasi Biawak di Atap Rumah WargaDesa  Sukamulya Siap Jadi Percontohan Desa Kedelai Tingkat Nasional

Owner Seven Coffee Company dan Seven Dragon, Richie Mandira mengungkapkan, persaingan bisnis coffee shop dan biliar saat ini sangat ketat. Meski demikian, ia bersyukur usahanya mampu berkembang dengan baik dalam satu tahun terakhir di Indramayu.

Menurutnya, menghadirkan kompetisi manual brew di Indramayu merupakan langkah awal untuk memperluas ekosistem kopi di daerah tersebut. Selama ini, ajang serupa lebih sering digelar di kota-kota seperti Cirebon.

Ia juga menilai, kehadiran event ini membuka peluang bagi barista lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur kualitas mereka di bidang perkopian.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa kopi memiliki banyak ragam jenis dengan karakter rasa dan aroma yang berbeda. Tidak hanya sebatas kopi susu atau kopi hitam, masyarakat diajak mengenal varian lain seperti Americano, Cappuccino, dan berbagai jenis seduhan manual brew.

Richie menambahkan, antusiasme peserta dari Indramayu menunjukkan bahwa potensi barista lokal cukup besar. Hal ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri kopi di daerah tersebut.

Saat ini, Seven Coffee Company sendiri menyediakan tujuh varian biji kopi, terdiri dari tiga jenis impor asal Afrika dan empat jenis kopi lokal dari Aceh. Ke depan, pihaknya berencana menghadirkan lebih banyak pilihan, termasuk kopi lokal dari daerah sekitar Indramayu.

0 Komentar