RADARCIREBON.ID – Kondisi jemaah haji asal Kota Cirebon, Emah Mugni Markat (60) yang sempat tertunda keberangkatannya menuju Tanah Suci dikabarkan mulai membaik.
Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cirebon, M Ikbal Sugiana.
Ikbal menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan keluarga jemaah terkait perkembangan kondisi kesehatan Emah.
Baca Juga:MagangHub di Kota Cirebon Berlanjut, Disnaker Tunggu Arahan Batch 4 Dari KementerianLibur Idul Adha 2026 Berapa Hari? Simak Jadwal Long Weekend dan Cuti Bersamanya!
Berdasarkan informasi terbaru, kondisi jemaah tersebut sudah membaik setelah sebelumnya sempat dirawat akibat mengalami gangguan kesehatan saat hendak diberangkatkan.
“Alhamdulillah kami sudah menghubungi keluarga jemaah barusan, dan mereka menyampaikan bahwa beliau telah sehat,” ujar Ikbal.
Meski begitu, pihak Kemenhaj masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari dokter serta keputusan Balai Kesehatan Karantina (BKK) terkait kelayakan terbang jemaah tersebut.
“Selain keputusan dari dokter di rumah sakit, nanti BKK yang akan menetapkan beliau layak terbang atau tidak. Kita berharap mudah-mudahan sudah bisa layak terbang dan bisa diberangkatkan,” lanjutnya.
Sebelumnya, Emah Mugni Markat bersama suaminya, Sarna Aud Amad (73), dijadwalkan berangkat bersama rombongan jemaah haji lainnya di Kloter 23.
Namun, menjelang keberangkatan dari asrama haji, Emah mendadak mengalami mual dan muntah hingga harus mendapatkan penanganan medis.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIB saat Emah mulai merasa tidak enak badan.
Baca Juga:Tips Melihat Hujan Meteor Eta Lyrids, Puncaknya 8 Mei 2026!10 Tanaman Hias Estetik Indoor yang Cocok untuk Mempercantik Rumah
Saat itu, koper jemaah bahkan sudah dimasukkan ke bagasi bus dan para jemaah lainnya telah berada di dalam kendaraan menuju keberangkatan.
Petugas kemudian membawa Emah ke klinik Asrama Haji Indramayu sebelum akhirnya dirujuk ke RS Mitra Plumbon Indramayu.
Dari hasil informasi keluarga, sebelum keberangkatan Emah sempat mengonsumsi jamu manis dalam kondisi belum makan.
Padahal, Emah diketahui memiliki riwayat penyakit gula atau diabetes sehingga kondisi tubuhnya menurun.
Selain itu, Emah juga diketahui sebelumnya pernah menjalani operasi tulang.
Meski keluarga menyatakan kondisinya sudah sehat dan siap berangkat, riwayat diabetes baru diketahui lebih lanjut saat proses pemeriksaan di asrama haji.
“Jemaah-jemaah yang tertunda itu nanti disesuaikan dengan kloter selanjutnya. Kalau ada kursi kosong itu bisa langsung diberangkatkan,” ujarnya.
