Modernisasi Pertanian di Indramayu, Sistem PM-AAS  Bisa Hasilkan 10 Ton per Hektare

Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian
MODERNISASI: Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) bersama Bupati Indramayu Lucky Hakim melakukan penerapan sistem PM-AAS di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Rabu (13/5/2026). Foto: Anang Syahroni/ Radar Indramayu
0 Komentar

Bupati Lucky mengungkapkan, langkah modernisasi dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan sawah yang terus terancam berkurang akibat pembangunan. Sehingga, pentingnya penataan kawasan agar lahan pertanian tetap terjaga dan tidak bercampur dengan kawasan industri.

“Tujuannya untuk intensifikasi peningkatan tonase, karena hamparan sawah tidak bisa kita tambah, justru yang ada berkurang. Indramayu sudah punya LP2B sekitar 86 ribu hektare yang tidak bisa diutak-atik,” tegasnya.

Modernisasi pertanian juga akan menciptakan keseimbangan ekonomi masyarakat. Sebagian tenaga kerja tetap bertahan di sektor pertanian modern. Sementara lainnya dapat terserap ke kawasan industri dan ekonomi yang tengah dikembangkan di Indramayu.

Baca Juga:Manchester City dan Arsenal Sama-Sama Bergantung pada Crystal Palace dalam Perebutan Gelar Premier LeagueWasit Final Liga Champions Resmi Ditunjuk, Arsenal Dinilai Punya Keuntungan?

“Penerapan PM-AAS dan dukungan teknologi modern seperti drone pertanian, berharap produktivitas padi di Indramayu sebagai lumbung pangan terus meningkat. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” jelas Bupati Lucky. (oni)

0 Komentar