INDRAMAYU – Upaya modernisasi sektor pertanian terus dilakukan pemerintah melalui penerapan Sistem Pertanian Modern Agriculture Advance System (PM-AAS) yang diadaptasi dari sistem pertanian modern di Arkansas, Amerika Serikat.
Program tersebut diterapkan dalam kegiatan penanaman padi bersama Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Husnain dan Bupati Lucky Hakim, di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Program PM-AAS tersebut diterapkan di lahan seluas 100 hektare di Kabupaten Indramayu sebagai bagian dari pengembangan pertanian modern nasional. Selain penanaman menggunakan alat modern, proses perawatan tanaman juga dilakukan dengan teknologi penyemprotan menggunakan drone.
Baca Juga:Manchester City dan Arsenal Sama-Sama Bergantung pada Crystal Palace dalam Perebutan Gelar Premier LeagueWasit Final Liga Champions Resmi Ditunjuk, Arsenal Dinilai Punya Keuntungan?
Sekretaris BRMP, Husnain menyatakan, sistem PM-AAS menerapkan pola tanam berbeda dibanding metode konvensional. Salah satu perbedaannya terletak pada populasi tanaman yang lebih rapat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.
“Ini tanam padi dengan Sistem PM-AAS, menerapkan teknologi berbeda. Populasinya tinggi, jarak antarbaris itu hampir tidak ada, pupuknya juga berbeda. Lainnya juga kita jaga seperti OPT,” ujarnya.
Sistem PM-ASS ini, produktivitas dari tanaman padi bisa mencapai 10 ton per hektare. Dengan cakupan wilayah nasional, terdapat 15 titik yang tersebar di 14 provinsi dengan total keseluruhan 2.000 hektare. Modernisasi pertanian yang diterapkan merupakan hasil kajian dan inovasi yang kini mulai dipraktikkan di berbagai daerah di Indonesia.
“Modernisasi yang dilakukan itu hasil pemikiran dan hasil kajian. Dengan alat yang disiapkan, tanaman bisa lebih rapat dan produktivitas meningkat hampir 100 persen. Dari sebelumnya sekitar 6 ton bisa menuju 10 ton per hektare,” kata Husnain.
Ia juga menuturkan, dari segi penggunaan benih, memang lebih banyak dibanding sistem tanam biasa. Namun, peningkatan kebutuhan benih ini akan sebanding dengan hasil panen yang diperoleh para petani saat panen nanti.
Sementara itu, Bupati Indramayu, Lucky Hakim menegaskan, modernisasi pertanian harus dilakukan di seluruh lini, mulai dari proses penanaman hingga perawatan tanaman.
“Harga benih memang lebih banyak, tapi murah dibanding hasil yang nanti didapatkan. Modernisasi dilakukan di semua lini, mulai dari penanaman, pembibitan, sampai perawatan. Ada drone-drone yang digunakan untuk penyemprotan pestisida dan lainnya,” ujar Lucky Hakim.
