Jadi Pusat Pelatihan Pengeboran Migas di Indonesia, Kini IDTC Miliki Simulator Drilling Modern

simulator drilling
SIMULASI: Pegawai IDTC memperlihatkan cara kerja alat simulator drilling kepada mahasiswa saat kunjungan edukatif mahasiswa se-Indonesia di IDTC, belum lama ini. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

“Teknik di industri pemboran terus berkembang, sehingga standar kerja juga harus terus diperbarui,” katanya.

Dalam satu tahun, jumlah lulusan dari IDTC mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 orang. Para peserta mendapatkan peningkatan kompetensi, pengetahuan baru, serta keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia kerja.

Untuk menunjang kenyamanan peserta, IDTC juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti ruang kelas lengkap, fasilitas makan, musala, entertainment room, hingga penginapan bagi peserta selama mengikuti pelatihan.

Baca Juga:Didier Deschamps Resmi Rilis Skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026, Deretan Penyerangnya Bikin Lawan Waswas!Ini Head to Head Timnas Indonesia Lawan Seluruh Rival di Grup F Piala Asia 2027

“Fasilitas latihan kami memiliki satu rig asli yang bisa digunakan untuk praktik bekerja di rig, simulator well control, dan terbaru simulator drilling. Dengan teknologi ini peserta tidak langsung mengoperasikan alat sebenarnya, tetapi seolah-olah mengoperasikan alat asli menggunakan bantuan teknologi simulasi. Jadi ketika terjadi kesalahan operasional masih bisa ditoleransi sebagai bagian dari proses belajar,” paparnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Papua Barat, jurusan Teknik Kimia, Taip Gegetu (23) mengaku, kunjungannya ke IDTC menjadi pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, dengan mengunjungi pusat pendidikan dan pelatihan migas milik Pertamina di Kabupaten Indramayu, dirinya mendapatkan banyak pengetahuan baru sekaligus motivasi untuk berkarier di industri migas.

Apalagi di daerah asalnya, Teluk Bintuni, Papua Barat, terdapat perusahaan migas besar British Petroleum (BP), sehingga dirinya semakin tertarik mendalami dunia perminyakan dan pengeboran.

“Di sini saya dan teman-teman mendapat pengalaman dan ilmu baru tentang bagaimana proses minyak diambil dari perut bumi. Kami juga diajarkan tentang drilling mulai dari proses hingga cara kerja alatnya. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujar Taip Gegetu. (oni)

0 Komentar