Pelatihan Wirausaha bagi Ahli Waris Peserta BPJS Ketenagakerjaan

PEKA
PELATIHAN: BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan (PEKA) di The Luxton Hotel Cirebon, Senin (3/8). FOTO: APRIDISTA SITI RAMDHANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan (PEKA) di The Luxton Hotel Cirebon. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Cirebon Imron Rosyadi, Regional CEO BSI Bandung Fitria Ekayani, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat Deny Yusyulian, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon Zainal Abidin.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Deny Yusyulian, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan jaminan sosial tidak hanya diukur dari besarnya santunan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat untuk bangkit dan kembali produktif.

Baca Juga:Bentuk Satgas Sungai, Siapkan Pemasangan Trash BarrierPedagang Desak Usut Tuntas Penyebab Kebakaran, Pasar Tegalgubug Dua Kali Terbakar dalam Sepekan

Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan memberikan pelatihan usaha peternakan ayam petelur kepada 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di Kabupaten Cirebon.

“Kami ingin perlindungan tidak berhenti pada pembayaran manfaat, tetapi berlanjut melalui pemberdayaan ekonomi agar keluarga peserta mampu mandiri dan memiliki usaha yang berkelanjutan,” ujar Deny.

Menurutnya, Program PEKA merupakan implementasi strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yakni Coverage, Care, dan Credibility. Melalui pilar Care, program tersebut menghadirkan nilai tambah perlindungan sosial dengan konsep 3P (Pelatihan, Produktif, dan Profit), sehingga penerima manfaat memiliki keterampilan yang dapat menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.

Deny menambahkan, pelatihan serupa akan diperluas ke berbagai daerah di Jawa Barat dengan materi yang disesuaikan kebutuhan peserta. BSI juga akan mendukung pengembangan usaha melalui akses permodalan.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan simbolis perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada 2.870 nelayan Kabupaten Cirebon yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026. Selain itu, diserahkan pula perlindungan bagi 200 pekerja rentan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) Rumah Sakit Mitra Plumbon, serta santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengapresiasi Program PEKA yang dinilai mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap pelatihan ini melahirkan wirausaha baru yang mampu meningkatkan ekonomi keluarga. Kami juga mengajak perusahaan menyalurkan program CSR melalui perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan,” ujarnya. (apr/adv)

0 Komentar