INDRAMAYU – Perkembangan teknologi yang semakin pesat di berbagai sektor industri, termasuk minyak dan gas (migas), menjadi perhatian serius PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Melalui Indonesia Drilling Training Center (IDTC) yang berlokasi di Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, PDSI terus mengembangkan berbagai teknologi guna meningkatkan kualitas pelatihan dan kompetensi para pekerjanya.
Selain menyediakan fasilitas pelatihan yang lengkap, IDTC juga memiliki rig pengeboran asli sebagai sarana praktik, simulator well control, hingga teknologi terbaru berupa simulator drilling atau simulasi pengeboran modern.
Manager IDTC, Chair Rony menjelaskan, Indonesia Drilling Training Center merupakan pusat pendidikan dan pelatihan milik PT Pertamina Drilling Services Indonesia yang dikhususkan untuk mendidik calon pekerja baru maupun pegawai aktif di lingkungan PDSI.
Baca Juga:Didier Deschamps Resmi Rilis Skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026, Deretan Penyerangnya Bikin Lawan Waswas!Ini Head to Head Timnas Indonesia Lawan Seluruh Rival di Grup F Piala Asia 2027
“Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi seluruh pegawai PDSI agar pelayanan operasional kepada customer bisa semakin maksimal. Dengan pelayanan terbaik, diharapkan PDSI terus eksis menjalankan bisnis dan berkembang,” ujar Chair Rony, akhir pekan kemarin.
Menurutnya, selain menjadi pusat pendidikan dan pelatihan internal perusahaan, IDTC juga menjadi sarana edukatif bagi mahasiswa dari berbagai universitas dan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya mahasiswa jurusan migas yang ingin mempelajari sistem pengeboran serta peralatan yang digunakan di industri migas.
“Kami juga bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk memberikan sertifikasi kompetensi kepada peserta pelatihan. Jadi IDTC ini semacam lembaga vokasi di dunia pendidikan,” tuturnya.
IDTC bahkan memiliki program Sekolah Pemboran yang diperuntukkan bagi lulusan baru sekolah. Dalam program tersebut, peserta akan menjalani pendidikan dan pelatihan selama enam hingga 12 bulan. Peserta dengan hasil terbaik nantinya berpeluang direkrut menjadi pekerja PDSI.
Program tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional dengan menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan industri migas. IDTC sendiri telah dibangun sejak tahun 2007 dan terus berkembang hingga sekarang.
Chair Rony menambahkan, sebagian besar peserta pelatihan berasal dari internal PDSI dengan tujuan meningkatkan keterampilan (upskilling) dan penyegaran kemampuan kerja (refreshment) agar dapat mengikuti perkembangan teknologi industri pemboran yang terus mengalami perubahan.
