Kiai Aris pun sudah yakin dan sangat berharap sang kakak dapat kembali pulih. Bahkan hingga detik-detik terakhir, ia tidak memiliki firasat apapun terkait kepergian almarhum. “Saya tidak punya isyarat apa-apa. Mungkin karena sangat berharap beliau masih ada,” ungkapnya.
Ia juga meyakini almarhum seperti menunggu kepulangan istri dan anaknya yang sedang menunaikan ibadah haji. Setelah keluarga inti tiba di Tanah Air, KH Adib mengembuskan napas terakhir pada keesokan harinya.
Perlu diketahui, di lingkungan Nahdlatul Ulama, KH Adib masih menjabat sebagai Rais Syuriah PBNU. Sosoknya dikenal memiliki perhatian besar terhadap keutuhan bangsa dan negara. “Beliau banyak berkontribusi kepada negara. Kyai punya cara sendiri dalam mengabdi kepada bangsa. Pesan yang selalu beliau titipkan kepada kami adalah menjaga NKRI,” kata Kiai Aris.
Baca Juga:Memotret Salat Id dan Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid At Taqwa Cirebon, Pembagian Tak Lagi Pakai KuponNilai TKA Telat Turun, Pendaftar Sekolah Maung Panik, Ortu Siswa: Ini Menghambat Banget
Kepergian Kiai Adib menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Buntet Pesantren, warga Nahdliyin, dan masyarakat luas yang selama ini mengenalnya sebagai ulama yang konsisten mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, dakwah, dan persatuan bangsa. (den)
