Kampus Berdampak UMC Cirebon: Dari Agro Anggur hingga Literasi untuk Pencegahan Stunting

Pra Pengabdian Masyarakat di Kampung KB Buyut Santri, Desa Pajawanlor, Kecamatan Ciawigebang
UMC Cirebon mengadakan Pra Pengabdian Masyarakat di Kampung KB Buyut Santri, Desa Pajawanlor, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Minggu (7/6/2026).
0 Komentar

KUNINGAN – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program “Kampus Berdampak”. Kali ini, kampus tersebut menggelar kegiatan Pra Pengabdian Masyarakat di Kampung KB Buyut Santri, Desa Pajawanlor, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat itu menjadi langkah awal penguatan program pencegahan stunting berbasis kolaborasi. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan H. Apip Ropi’i, jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMC, Camat Ciawigebang, Kepala Desa Pajawanlor, serta para kader PKB dan PLKB.

Melalui pendekatan multidisiplin, mahasiswa dari sejumlah program studi turun langsung ke lapangan dengan membawa berbagai program pemberdayaan. Di antaranya pengembangan ketahanan pangan melalui penanaman dan penataan rambatan agro anggur bersama warga, pembuatan alat pembakaran sampah ramah lingkungan hasil inovasi mahasiswa teknik, hingga penyusunan mural edukatif sebagai media komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai pencegahan stunting.

Baca Juga:Cabai Tembus Rp100 Ribu/Kg, Warga Majalengka Makin TertekanKoperasi Merah Putih Terima 122 Kendaraan Operasional

Selain itu, mahasiswa juga melakukan pembaruan data di Rumah Dataku dan penataan pojok baca untuk memperkuat literasi masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung tersedianya data keluarga yang lebih akurat sekaligus meningkatkan akses warga terhadap sumber pengetahuan.

Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat UMC, Johan, mengatakan program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan awal semata. Menurut dia, kampus tengah menyiapkan sejumlah konsep pengembangan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami sedang menyiapkan pengembangan Taman Kelinci sebagai sarana edukasi anak serta optimalisasi Pajarwangi Waterpark agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga sekitar,” ujar Johan.

Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, H. Apip Ropi’i, menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting. Ia menilai sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan program di tingkat desa.

“Kami siap mendukung melalui integrasi program Bangga Kencana. Harapannya, Taman Tasunting atau Taman Sehat Cegah Stunting di Desa Pajawanlor dapat berkembang menjadi model kolaborasi yang bisa direplikasi di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” kata Apip.

0 Komentar