RADARCIREBON.ID – Kebakaran melanda rumah yang sekaligus digunakan sebagai tempat usaha fotokopi di Blok Banjarwangi, RT 02/RW 03, Desa Tajur Buntu, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Minggu (9/8/2026) malam.
Kobaran api menghanguskan sebagian bangunan dan sejumlah peralatan usaha, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp237 juta.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 21.30 WIB setelah seorang warga bernama Sari melihat percikan api muncul dari bagian atap rumah. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga dan warga sekitar.
Baca Juga:Baznas RI Perkuat Tata Kelola ZakatDana Desa Dipangkas untuk KDMP, Aspirasi Pembangunan Desa Tersendat
Api dengan cepat membesar sehingga warga berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Karena khawatir kobaran api merembet ke rumah di sekitarnya, warga kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Laporan diterima UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan sekitar pukul 22.10 WIB. Lima menit kemudian, satu unit kendaraan pemadam bersama enam personel Regu 3 diberangkatkan menuju lokasi.
Petugas tiba sekitar pukul 22.40 WIB dan langsung melakukan penanganan. Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan hingga sekitar pukul 00.10 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Penanganan turut didukung satu unit kendaraan pemadam dari Yonif TP 839/Satria Abyakta Cilimus beserta personel. Polsek Pancalang, pihak kecamatan, PLN, aparat desa, serta masyarakat juga ikut membantu proses pemadaman dan pengamanan lokasi.
Berdasarkan keterangan saksi serta pemeriksaan awal di lokasi, kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik. Bangunan berukuran 8 x 20 meter tersebut dihuni dua orang sekaligus digunakan sebagai tempat usaha fotokopi. Area yang terbakar diperkirakan mencapai 8 x 12 meter atau sekitar 96 meter persegi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah peralatan usaha mengalami kerusakan. Dua mesin fotokopi, dua komputer, printer, mesin laminating, serta persediaan alat tulis ikut terdampak.
UPT Damkar Kuningan memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp237 juta. Nilai tersebut terdiri atas kerugian bangunan sekitar Rp144 juta, dua mesin fotokopi Rp60 juta, komputer Rp6 juta, printer Rp1 juta, mesin laminating Rp1 juta, serta persediaan alat tulis sekitar Rp25 juta.
Baca Juga:RTRW 2026-2046 Disiapkan, Kuningan Pacu Ekonomi Berbasis Pertanian dan Pariwisata Berwawasan LingkunganSejumlah Desa di Pelosok Kuningan Mulai Krisis Air Bersih
Penanganan kebakaran sempat menghadapi kendala karena saat laporan dari Tajur Buntu diterima, sebagian personel dan armada Damkar masih menangani kebakaran di Desa Babatan. Armada dan personel akhirnya harus dibagi untuk menangani dua lokasi secara bersamaan. Jarak lokasi Tajur Buntu yang cukup jauh juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi waktu kedatangan petugas.
