Atap Rumah Ambruk, Warga Cigadung Kuningan Masih Menanti Bantuan Perbaikan

ist
RUSAK PARAH: Eko Haryanto, warga Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, masih menunggu bantuan perbaikan rumah setelah atap kediamannya ambruk diterjang hujan deras. 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Harapan Eko Haryanto (32), warga Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cigugur, untuk kembali menempati rumahnya sendiri hingga kini belum terwujud. Beberapa waktu setelah atap rumahnya ambruk akibat diterjang hujan deras, bantuan fisik untuk perbaikan bangunan yang dinantikan tak kunjung datang.

Kerusakan yang terjadi tergolong cukup parah. Hampir seluruh bagian atap rumah hancur setelah kayu-kayu penyangga patah dan genteng berjatuhan. Kondisi tersebut membuat bangunan tidak lagi layak dihuni, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Situasi Eko semakin memprihatinkan karena ia tinggal seorang diri. Kedua orang tuanya telah meninggal dunia, sedangkan satu-satunya saudara perempuan sudah berkeluarga dan tinggal bersama suaminya. Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi baru mendapatkan pekerjaan, Eko belum memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumahnya secara mandiri.

Baca Juga:Satu Jamaah Haji Kuningan Masih Dirawat Intensif di Jeddah, 444 Jamaah Tiba dengan SelamatTak Kuat Menanjak di Tikungan, Truk Terguling di Taraju Kuningan 

Salah seorang pegawai Kelurahan Cigadung, Zainal, membenarkan bahwa setelah peristiwa tersebut pemerintah daerah telah melakukan peninjauan dan menyalurkan bantuan logistik berupa sembako.

Namun, menurutnya, hingga saat ini belum ada bantuan fisik yang diberikan untuk memperbaiki kerusakan rumah korban.

“Memang setelah kejadian ada bantuan logistik dan peninjauan dari pemerintah daerah. Tetapi yang sangat dibutuhkan sekarang adalah bantuan perbaikan atap rumah, karena kerusakannya cukup parah dan tidak mungkin ditempati,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, Eko kini terpaksa menumpang tinggal di rumah kerabat yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya. Ia belum dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal karena rumah yang menjadi tempat tinggalnya masih dalam kondisi rusak berat.

Bantuan kebutuhan pokok sendiri hanya bersifat sementara. Sementara persoalan utama yang dihadapi korban adalah belum adanya kepastian, terkait perbaikan rumah yang menjadi satu-satunya tempat tinggalnya.

Keluarga dan warga sekitar berharap ada perhatian lebih lanjut dari pihak terkait agar rumah Eko segera mendapatkan bantuan perbaikan, sehingga ia dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak huni.Pasalnya, tanpa bantuan dari berbagai pihak, proses rehabilitasi rumah yang rusak berat tersebut akan sulit dilakukan.

Tak hanya itu, bangunan rumah warga yang lain di Cigadung juga terdampak bencana. Longsoran dengan ukuran panjang sekitar 15 meter, tinggi 5 meter, dan lebar 1 meter itu menyeret pekarangan rumah milik Enco (60) serta merusak bagian dapur rumah milik Sakmad (72).

0 Komentar