STMIK IKMI Perluas Jejaring Global, Buka Program Magang Internasional ke Taiwan

STMIK IKMI Cirebon
MAGANG KE TAIWAN: Sosialisasi Program Magang Luar Negeri ke Taiwan digelar di Aula STMIK IKMI Cirebon, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, Sabtu (13/6/2026). FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Perwakilan mitra penyalur program Taiwan, Tommy W, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pendidikan, bukan penempatan tenaga kerja migran.

“Ini benar-benar program pendidikan, bukan TKI. Mahasiswa datang untuk belajar, memperluas wawasan, dan membangun pola pikir global. Mereka memperoleh keterampilan dan pengalaman yang nantinya menjadi bekal masa depan,” tegasnya.

Menurut Tommy, edukasi kepada orang tua menjadi faktor penting karena masih banyak yang menyamakan program magang internasional dengan jalur pekerja migran.

Baca Juga:Lawan Narkoba dari Desa, Trusmi Kulon Jadi Percontohan di Kabupaten CirebonAbrasi dan Rob Jadi Ancaman Desa Ambulu, Kawasan Ini Masuk Kajian Giant Sea Wall

“Kami pernah melakukan sosialisasi selama enam bulan di kampus dengan sekitar 6.000 mahasiswa. Namun yang mendaftar hanya tiga orang. Semua proses harus melalui kampus dan berada dalam pengawasan perguruan tinggi,” katanya.

Ia memastikan sistem magang di Taiwan berjalan aman karena bekerja sama dengan jaringan hotel berbintang yang memiliki standar operasional jelas, jam kerja teratur, serta perlindungan bagi peserta sesuai regulasi yang berlaku.

Meski berstatus peserta magang dan bukan pekerja formal, mahasiswa tetap memperoleh uang saku berkisar antara Rp12 juta hingga Rp15 juta per bulan selama mengikuti program di Taiwan.

Program ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa STMIK IKMI Cirebon untuk mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan dunia kerja global. (ade/opl)

Laman:

1 2
0 Komentar