Abrasi dan Rob Jadi Ancaman Desa Ambulu, Kawasan Ini Masuk Kajian Giant Sea Wall

Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa
CEK LAPANGAN: Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPUJ) bersama sejumlah instansi terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak rob di Desa Ambulu Kecamatan Losari, kemarin. FOTO: FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Ancaman abrasi dan banjir rob yang terus menggerus kawasan pesisir Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, kembali mendapat perhatian pemerintah.

Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPUJ) bersama sejumlah instansi terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak.

Kunjungan tersebut bertujuan melihat kondisi terkini kawasan pesisir sekaligus membahas langkah penanganan yang dinilai semakin mendesak.

Baca Juga:KPw BI Cirebon Buka Lomba Cerpen, 30 Karya Terbaik akan DibukukanKe Mana Satpol PP dan Dishub? Trotoar CSB sudah Dipagar, Parkir Liar di Badan Jalan MarakĀ 

Hadir dalam kegiatan itu perwakilan BOPPUJ, Bapperida Kabupaten Cirebon, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Camat Losari, serta Pemerintah Desa Ambulu.

Kuwu Ambulu, Sunaji mengatakan, abrasi dan banjir rob telah menjadi persoalan tahunan yang terus mengancam permukiman warga.

Berbagai upaya telah dilakukan, baik melalui pengajuan bantuan ke pemerintah pusat maupun pembangunan perlindungan darurat secara swadaya oleh masyarakat.

“Kami terus berupaya mencari solusi agar warga bisa hidup lebih aman dan tidak selalu dihantui banjir rob,” ujar Sunaji.

Menurutnya, pemerintah pusat sebelumnya telah merespons laporan kondisi Ambulu dengan mengirim tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk melakukan peninjauan lapangan.

Hasilnya, pembangunan tanggul permanen mulai direalisasikan pada pertengahan 2024.

Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan tanggul belum mampu menjangkau seluruh kawasan rawan.

Perlindungan yang ada dinilai masih belum cukup untuk mengantisipasi ancaman rob dan abrasi di sepanjang Pesisir Ambulu.

Baca Juga:Percepat Agenda Mukab, Kadin Cirebon Buka Penjaringan Calon KetuaĀ Kelola 12 Ton Sampah tanpa Residu, Wabup Cirebon Puji Keberhasilan TPS 3R Ciawigajah

Sebagai langkah darurat, pemerintah desa bersama warga membangun tanggul sementara sepanjang lebih dari satu kilometer pada awal 2025 menggunakan pancang bambu dan waring. Tanggul tersebut sempat menahan masuknya air laut ke kawasan permukiman.

Meski demikian, konstruksi sederhana itu tidak mampu bertahan lama akibat gelombang pasang yang terus menerjang.

Seiring waktu, sejumlah bagian tanggul mengalami kerusakan sehingga air laut kembali menggenangi wilayah pesisir.

“Tanggul darurat sempat membantu, tetapi tidak cukup kuat menghadapi gelombang pasang yang terjadi terus-menerus,” katanya.

Upaya mencari solusi juga dilakukan dengan mengajukan persoalan tersebut ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dari hasil koordinasi, penanganan rob pesisir kemudian diarahkan kepada BOPPUJ yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur.

0 Komentar