Pelatih Brasil Carlo Ancelotti menyebut penampilan timnya saat menghadapi Haiti sebagai laga yang nyaris sempurna. Hasil itu membuat Selecao –julukan Brasil- berada di jalur yang tepat untuk menjuarai Grup C. Mereka hanya perlu menyamai atau melampaui hasil yang diraih Maroko saat menghadapi Haiti.
Sebagai tim peringkat kelima dunia FIFA, Brasil juga termasuk kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Namun, sejarah menunjukkan bahwa tiga kekalahan terakhir mereka di fase grup justru terjadi pada pertandingan ketiga, termasuk saat kalah mengejutkan dari Kamerun di Piala Dunia 2022.
Skotlandia menerima kabar baik menjelang pertandingan lawa Brasil. Scott McKenna, Aaron Hickey, dan Lewis Ferguson yang sebelumnya absen dalam sesi latihan, berpeluang kembali masuk skuad. Steve Clarke diperkirakan tetap mengandalkan formasi fleksibel yang dapat berubah dari 3-4-2-1 menjadi 4-4-1-1 seperti ketika menghadapi Maroko. Sementara itu, Ben Doak kemungkinan akan memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Baca Juga:Kini Fokus Layanan di Madinah, Pendorongan Jamaah Haji dari Makkah BerakhirPonpes Ketitang Cirebon Menebar Pesan Perlindungan Anak, Diapresiasi Yenny Wahid
John McGinn dan Scott McTominay diprediksi menjadi tumpuan serangan dari lini kedua, sedangkan Che Adams masih menjadi pilihan utama di lini depan, mengungguli Lawrence Shankland dan Lyndon Dykes.
Di kubu Brasil, Raphinha dipastikan absen setelah mengalami cedera hamstring saat menghadapi Haiti. Posisi pemain sayap kanan berpeluang ditempati oleh talenta muda Bournemouth berusia 19 tahun, Rayan.
Carlo Ancelotti juga mengonfirmasi bahwa Neymar telah pulih sepenuhnya dari cedera dan siap dimainkan. Meski demikian, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil itu kemungkinan besar akan memulai laga dari bangku cadangan. Dengan demikian, Lucas Paqueta diperkirakan tetap beroperasi di belakang duet Vinicius Junior dan Matheus Cunha.
Untuk sektor pertahanan, Brasil kemungkinan tidak melakukan perubahan dengan Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, dan Douglas Santos tetap menjadi pelindung bagi Alisson Becker di bawah mistar.
Meskipun kehilangan Raphinha, Brasil tetap memiliki banyak opsi berkualitas di lini serang. Kemampuan individu Vinicius Junior dan ketajaman Matheus Cunha diprediksi menjadi faktor utama yang membedakan kedua tim dalam pertandingan ini.
Skotlandia diperkirakan mampu memberikan perlawanan yang cukup merepotkan dan berpeluang mencetak gol. Namun, pengalaman, kedalaman skuad, serta efektivitas permainan Brasil diyakini akan membawa Selecao meraih kemenangan sekaligus melangkah ke babak gugur dengan kepercayaan diri tinggi. (mid)
