Perpisahan SDN Ciborelang 3 yang Sederhana Namun Penuh Makna 

SDN Ciborelang.
Siswa SDN Ciborelang 3, Kabupaten Majalengka menggelar kenaikan kelas dan perpisahan yang berlangsung sederhana tanpa pungutan.
0 Komentar

MAJALENGKA – Tanpa dekorasi mewah dan pesta yang menguras biaya, SDN Ciborelang 3, Kabupaten Majalengka, menggelar acara kenaikan kelas dan perpisahan siswa dengan nuansa sederhana namun sarat makna.

Alunan musik tradisional, penampilan seni budaya, hingga prosesi sungkeman kepada orang tua menjadi rangkaian kegiatan yang menghadirkan suasana haru sekaligus penuh kebersamaan.

Acara yang digelar di halaman sekolah itu membuktikan bahwa perpisahan tidak harus identik dengan kemewahan. Dalam kesederhanaan, nilai-nilai budaya, pendidikan karakter, dan penghormatan kepada orang tua justru menjadi fokus utama.

Baca Juga: Tinjau Proyek Pembangunan Jalan, Bupati Lucky Hakim Tegaskan Infrastruktur Jadi PrioritasBaznas Majalengka Salurkan Bantuan kepada 424 Anak Yatim

Satu per satu siswa menampilkan kemampuan terbaik mereka. Mulai dari pertunjukan seni budaya daerah, prosesi upacara adat, pidato berbahasa Inggris, hafalan surat-surat pendek Alquran, hingga berbagai penampilan kreatif hasil pembelajaran selama di sekolah.

Setiap penampilan mendapat apresiasi dari para orang tua. Bukan semata karena kesempurnaannya, melainkan karena menjadi cerminan proses belajar yang telah dijalani anak-anak selama bertahun-tahun.Suasana berubah haru saat prosesi sungkeman dimulai. Anak-anak menghampiri ayah dan ibu mereka, kemudian bersimpuh, mencium tangan, dan memeluk orang tua sebagai ungkapan terima kasih.

Tak sedikit orang tua yang menitikkan air mata. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan kasih sayang keluarga.

Kepala SDN Ciborelang 3, Undang Saptaji SPd mengatakan konsep kegiatan tahun ini sengaja dirancang sederhana agar lebih menonjolkan nilai pendidikan karakter tanpa membebani orang tua.

“Kami ingin anak-anak memiliki kenangan indah ketika lulus dari sekolah dasar. Yang paling penting bukan kemewahan acaranya, tetapi nilai yang mereka bawa setelah meninggalkan sekolah ini,” ujarnya.

Menurut Undang, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan tanpa pungutan kepada siswa maupun orang tua. Acara diselenggarakan dengan memaksimalkan potensi sekolah, guru, dan kreativitas peserta didik.

Konsep tersebut juga sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mendorong pelaksanaan kegiatan kenaikan kelas dan perpisahan sekolah secara sederhana, berorientasi pada pendidikan karakter, pelestarian budaya, serta tidak membebani masyarakat dengan biaya yang tinggi.

Baca Juga:Layanan Paspor Polres Majalengka Diserbu WargaLaunching Proyek PPB, Bupati Lucky: Bisa Jadi Penggerak Perekonomian Daerah

Momentum perpisahan dimanfaatkan sekolah sebagai ajang menampilkan hasil pembelajaran siswa selama enam tahun. Seni budaya ditampilkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap warisan daerah, hafalan Juz Amma menjadi bagian dari penguatan pendidikan keagamaan, sementara pidato berbahasa Inggris menunjukkan kesiapan siswa menghadapi tantangan global. Berbagai penampilan olahraga dan kreativitas lainnya juga menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi yang layak diapresiasi.

0 Komentar