“Perjuangan ini akan selalu dikenang. Itulah yang nanti akan diceritakan kepada anak-anak dan menjadi kebanggaan masyarakat Kuningan. Sama seperti Persib yang menjadi sumber kebahagiaan bagi banyak orang, Proton FC juga telah menghadirkan kebanggaan bagi daerahnya,” ucapnya.
Lebih jauh, Adhitia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah menjadi juara. Ia berharap seluruh pemain dan manajemen Proton FC terus menjaga semangat untuk mempertahankan prestasi dengan membangun mental juara.
“Saya ingin teman-teman Proton FC selalu menanamkan keinginan untuk menjadi juara. Jangan pernah ada sedikit pun keraguan dalam hati, karena keraguan bisa memengaruhi mental seluruh tim. Mental juara harus terus dijaga dengan energi positif, meskipun di luar banyak energi negatif,” tegasnya.
Baca Juga:Pemkab Kuningan Siapkan SATSET untuk Percepat Pelayanan AdministrasiPrestasi WTP, Gerindra Kuningan Tekankan APBD Berdampak Kepentingan Rakyat
Menurutnya, seorang atlet tidak boleh kehilangan optimisme ketika mengalami kegagalan di lapangan. Kesalahan, kekalahan, maupun peluang yang terbuang harus dijadikan motivasi untuk bangkit dan tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
“Ketika gagal mencetak gol atau mengalami kekalahan, jangan pernah kehilangan semangat. Tetap optimistis dan terus bangun mental juara. Itulah yang membedakan tim besar dengan tim biasa,” katanya.
Adhitia juga menyoroti perkembangan futsal Indonesia yang dinilai semakin kompetitif di level Asia. Ia optimistis prestasi futsal nasional akan terus meningkat apabila seluruh insan olahraga memiliki keyakinan kuat untuk terus berkembang.
Di akhir pesannya, ia mengingatkan pentingnya dukungan keluarga sebagai kekuatan moral bagi para atlet. “Jangan lupa selalu meminta doa kepada ibu atau istri sebelum bertanding. Doa orang-orang terdekat adalah energi yang sangat besar untuk membawa kita meraih kemenangan,” tuturnya. (ags)
