RADARCIREBON.ID – Euforia keberhasilan Proton FC Kuningan menjuarai Pro Futsal League (PFL) 2 Indonesia masih terus bergema. Setelah mengukir sejarah sebagai kampiun nasional, keluarga besar Proton FC mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam kunjungan ke Gedung Sate, Bandung.
Rombongan Proton FC dipimpin langsung Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan dan diterima di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate. Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas prestasi membanggakan yang berhasil dipersembahkan klub asal Kabupaten Kuningan bagi Jawa Barat.
Proton FC sukses mencatat sejarah sebagai juara PFL 2 Indonesia usai menaklukkan Hampton FC Surabaya melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 pada laga final yang digelar di GOR Bung Karno, Sukoharjo, Jawa Tengah. Gelar tersebut sekaligus memastikan Proton FC promosi dan akan berlaga di kasta tertinggi futsal nasional, PFL 1, pada musim depan.
Baca Juga:Pemkab Kuningan Siapkan SATSET untuk Percepat Pelayanan AdministrasiPrestasi WTP, Gerindra Kuningan Tekankan APBD Berdampak Kepentingan Rakyat
Dalam kesempatan itu, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian Proton FC. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan.
“Sebetulnya kami yang banyak belajar dari Proton FC. Baru dua tahun, tetapi manajemen dan tata kelolanya sudah sangat baik. Alhamdulillah, sekarang bisa membawa pulang piala nasional. Mungkin Jawa Barat memang pantas disebut sebagai Province of Champions,” ujar Adhitia.
Ia mengaku memahami betapa berat proses yang harus dilalui sebuah tim untuk menjadi juara. Pengalaman Persib Bandung dalam meraih gelar juara juga menjadi bukti bahwa kesuksesan selalu lahir dari perjuangan yang melelahkan.
“Saat melihat pawai kemenangan Proton FC, saya hanya bisa tersenyum karena tahu betapa luar biasanya perjuangan mereka. Tidak mungkin sejarah bisa tercipta tanpa rasa sakit. Itu yang kami rasakan bersama Persib dalam beberapa tahun terakhir sebelum akhirnya membawa piala kembali ke Jawa Barat,” katanya.
Adhitia menilai perjuangan selama kurang lebih tujuh bulan yang dijalani Proton FC akan menjadi kenangan berharga yang tidak akan pernah hilang. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan klub, tetapi juga akan diwariskan sebagai inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Kuningan.
