“Kesuksesan tidak selalu menjadi pencari kerja, tetapi juga bagaimana kita mampu menjadi pembuka lapangan pekerjaan. Pelatihan yang disiapkan pemerintah harus dimanfaatkan untuk membangun kemandirian,” tuturnya.
Di hadapan para pencari kerja, Dian juga berpesan agar tidak terlalu selektif dalam memilih pekerjaan pada awal perjalanan karier. Menurutnya, pengalaman kerja menjadi modal penting untuk meraih kesuksesan.
“Jangan pilih-pilih dulu pekerjaan. Semua orang sukses memulai dari bawah. Yang terpenting adalah membangun pengalaman, disiplin, bekerja sungguh-sungguh, dan menunjukkan prestasi,” ucapnya.
Baca Juga:Dana Desa Terpangkas, Warga Sukasari Keluhkan Infrastruktur Rusak Polres Kuningan Bongkar 11 Kasus Narkoba, 5 Residivis dari 12 Tersangka Ditahan
Ia pun mengimbau seluruh perusahaan peserta Job Fair, agar memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas sesuai kebutuhan dan karakteristik pekerjaan yang tersedia.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kuningan, Dr H Toto Toharudin menjelaskan, Job Fair 2026 tidak hanya menghadirkan ribuan lowongan pekerjaan. Melainkan juga menyediakan layanan konsultasi karier, informasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri, hingga program pemagangan.
Selain itu, Disnakertrans juga menyiapkan program pelatihan berbasis kompetensi bagi 1.200 peserta melalui 70 paket pelatihan yang didukung Kementerian Ketenagakerjaan. Setiap peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi, uang makan harian, seragam, konsumsi, hingga bantuan permodalan setelah menyelesaikan pelatihan.
Tak hanya itu, tahun ini pemerintah daerah juga membuka program beasiswa bagi 50 peserta yang akan dipersiapkan untuk bekerja secara legal di Jepang. (ags)
