Jabatan Mentereng Komisi Informasi Cirebon, Tapi Tiga Bulan Belum Gajian

KI Cirebon
BELUM GAJIAN: Para Komisioner saat sidang mediasi dan penyelesaian sengketa informasi publik di wilayah Kota Cirebon. Foto: Abdullah/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Di balik menterengnya jabatan sebagai Komisioner Komisi Informasi (KI) Kota Cirebon, ternyata tersimpan kegetiran.

Gaji yang pada periode lalu di angka belasan juta rupiah per bulan, kini turun di angka Rp6 juta hingga Rp7 juta. Lebih mengejutkan lagi, gaji ini tidak hanya mengalami penurunan, tapi juga tersendat.

Seorang sumber Radar Cirebon menyebutkan, KI Kota Cirebon periode 2025-2029 memang hanya menerima gaji sekitar Rp7 juta per bulan untuk posisi ketua dan Rp6 juta untuk komisioner.

Baca Juga:Menag: Pembangunan Bangsa Takkan Berhasil tanpa Kerukunan dan KedamaianEmpat Terpidana Kasus Gedung Setda Tak Lakukan Upaya Hukum Lain sejak Vonis Juli Kemarin

Tidak hanya mengalami penurunan penghasilan, para Komisioner KI juga harus sabar menunggu pencairan.

Sumber tersebut menyebutkan, gaji yang belum diterima sebelumnya mencakup bulan Mei, Juni, dan Juli. “Sebelumnya katanya bulan Mei, Juni, Juli. Tapi saya dengar kabar terbaru katanya Mei sudah dibayarkan. Jadi tersisa Juni, Juli, dan Agustus yang belum dibayarkan. Berarti tiga bulan,” terang sumber Radar Cirebon.

Koran ini pun menghubungi Ketua KI Kota Cirebon Ir Agung Sedijono untuk melakukan konfirmasi. Melalui sambungan telepon selular, Agung pun membenarkan adanya keterlambatan pembayaran gaji tersebut. Ia mengatakan, gaji yang belum diterima selama tiga bulan. Yakni Juni, Juli, dan Agustus. “Iya benar, Mas. Tiga bulan kami belum menerimanya, terhitung bulan Juni, bulan Juli, dan Agustus.” ujar Agung, Minggu (9/8/2026).

Menurut Agung, belanja hibah untuk KI dibagi dalam dua termin. Termin pertama, belanja honorarium dialokasikan untuk periode Januari hingga Mei 2026. Sementara untuk termin kedua, hingga saat ini masih dalam proses verifikasi administrasi. “Dengan segala keterbatasan keuangan Pemkot Cirebon, kami harus tetap semangat berkinerja dan tentu berharap di bulan Agustus ini termin kedua bisa cair,” katanya.

Agung mengaku memahami kondisi keuangan Pemerintah Kota Cirebon yang saat ini sedang menghadapi keterbatasan anggaran. “Saya dan teman-teman di KI memahami kondisi keuangan daerah saat ini,” terang Agung.

Radar Cirebon juga mencoba melakukan konfirmasi ke Ekky Bahtiar, salah satu Komisioner KI Kota Cirebon. Tapi, Ekky memilih tidak memberikan komentar lebih jauh terkait persoalan itu. Ia mengatakan, urusan dengan media atau konfirmasi, menjadi kewenangan langsung Ketua KI Agung Sedijono.

0 Komentar