Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Galih membangun GSG Private. Program pembinaan itu tidak hanya diarahkan untuk berlatih di lingkungan sendiri, tetapi juga membawa pemain mengikuti berbagai turnamen di luar daerah agar mereka terbiasa menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.
Dalam proyek Easga FC U-17, GSG Private bekerja sama dengan Easga dan Kuningan United untuk menghadapi kompetisi Piala Soeratin. Para pemain yang direkrut pun berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan, mulai dari Lebakwangi, Paniis Mandirancan, Japara hingga Darma.
“Kami rangkul anak-anak dari berbagai desa dan kecamatan karena mereka punya kemampuan dan potensi yang bisa kami maksimalkan,” kata Galih.
Baca Juga:Knalpot Brong Mengganggu Warga, Satlantas Kuningan Turun ke Jalan dengan Patroli dan Imbauan LangsungPembangunan Jembatan Merah Putih di Jatitujuh Dimulai
Dari sisi pengalaman, skuad Easga FC juga tidak datang dengan tangan kosong. Sejumlah pemain tercatat pernah tampil di ajang FJL Nasional, bahkan beberapa di antaranya sudah merasakan gelar juara. Pada September mendatang, sebagian pemain juga dijadwalkan mendapat undangan khusus mengikuti seri nasional FJL di Banjar Patroman.
Selain itu, terdapat pemain yang mengikuti pembinaan di Garuda Yaksa sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi EPA. Pengalaman bertanding di berbagai level tersebut menjadi modal berharga bagi Easga FC menghadapi babak 32 besar Piala Soeratin Jawa Barat.
Sejumlah nama yang menjadi bagian dari skuad di antaranya Rafli Fadilah, Raditya Akbar, Zean, M. Robi, Messi Junior, Robi Geo, Dick, Willy, Adnan, Firdaus, Tibo, Hafiz, AF, Aloy, serta dua penjaga gawang M. Robi dan Rizki Ramadan.
Di balik perjalanan para pemain menuju babak 32 besar, dukungan orang tua menjadi salah satu kekuatan penting bagi tim. Perwakilan orang tua atlet GSG Private, Abdul Haris SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang terus mendukung putra-putra mereka mengikuti Piala Soeratin Jawa Barat.
Menurutnya, keikutsertaan Easga FC U-17 dalam kompetisi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara GSG Private, para orang tua atlet, dan Easga FC. Dukungan itu diberikan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah maupun sumber pembiayaan sejenis dari pemerintah.
