“Terima kasih kepada para orang tua yang selama ini mendukung penuh putra mereka untuk Piala Soeratin. Kegiatan ini murni hasil kolaborasi GSG Private, orang tua, dan kerja sama dengan Easga FC. Tanpa biaya APBD dan sejenisnya,” ujar Abdul Haris.
Abdul Haris optimistis kerja sama antara pelatih, pemain, orang tua, dan pihak klub dapat terus terjaga hingga kompetisi berakhir. Ia menilai Coach Galih bersama jajaran pelatih telah memberikan ruang yang cukup bagi para pemain untuk berkembang, sekaligus membangun mental bertanding melalui kompetisi di luar daerah.
Ia berharap para orang tua tidak hanya melihat hasil pertandingan, tetapi juga proses yang dijalani anak-anak selama mengikuti pembinaan. Menurutnya, pengalaman tampil di Piala Soeratin menjadi bekal penting bagi para pemain untuk meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, serta keberanian bersaing dengan talenta muda dari daerah lain.
Baca Juga:Knalpot Brong Mengganggu Warga, Satlantas Kuningan Turun ke Jalan dengan Patroli dan Imbauan LangsungPembangunan Jembatan Merah Putih di Jatitujuh Dimulai
“Kami optimistis anak-anak bersama Coach Galih bisa memberikan yang terbaik. Yang paling penting, para pemain mendapatkan pengalaman dan terus berkembang. Dukungan orang tua akan terus kami berikan agar mereka bisa tampil maksimal di babak berikutnya,” kata Abdul Haris.
Galih berharap para pemain mampu menjadikan setiap pertandingan sebagai ruang untuk berkembang. Baginya, hasil akhir memang penting, tetapi proses menghadapi lawan-lawan terbaik di Jawa Barat juga menjadi bagian dari perjalanan panjang para pemain muda Kuningan.
“Setiap waktu adalah kesempatan yang lain. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat kesempatan itu menjadi lebih baik,” pungkas Galih.
Kini, tantangan Easga FC semakin besar. Status juara grup telah dilewati, tetapi babak 32 besar akan menjadi panggung berikutnya bagi 25 talenta muda Kuningan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuktikan hasil pembinaan sepak bola lokal mampu bersaing di level Jawa Barat. (bud)
