RADARCIREBON.ID – Panen perdana program Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Blok Suket Baju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Rabu (26/8), menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu, produktivitas padi dari lima titik ubinan mencapai rata-rata 10,45 ton per hektare.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, capaian tersebut melampaui target awal sebesar 8 ton per hektare. Angka tersebut juga meningkat dibandingkan produktivitas sebelumnya yang berada di kisaran 5-6 ton per hektare. Bahkan, berdasarkan hasil pengukuran BPS, panen kali ini mampu menghasilkan lebih dari 10 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.
Ia mengungkapkan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa penerapan teknologi dan modernisasi pertanian mampu memberikan dampak positif bagi para petani. Selain itu, penerapan sistem tersebut diharapkan dapat terus mendorong peningkatan produktivitas tanaman padi di Kabupaten Indramayu.
Baca Juga:Polisi Sita 51,05 Gram Sabu dan 3.805 Butir Obat KerasPNM–BRI Life Perkuat Literasi Keuangan Ultra Mikro, Nasabah Mekaar Dapat Akses Asuransi Terjangkau
“Ini tentu menjadi semangat dan optimisme bagi kita semua, khususnya para petani, untuk terus meningkatkan produksi dan memanfaatkan teknologi pertanian. Petani kita juga bisa semakin terbuka untuk menerapkan teknologi dan modernisasi pertanian,” ujarnya.
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat Detia Tri Yunandar menyebut, produktivitas lahan PM-AAS yang sebelumnya berada di kisaran 3-6 ton per hektare kini dapat meningkat hingga sekitar 10 ton per hektare.
“Pelaksanaannya didukung 11 unit pompa, 8 unit irigasi perpompaan, 1 unit combine harvester, dan satu unit drone sprayer. Penanaman dimulai Mei 2026, sedangkan panen berlangsung bertahap sejak 19 Agustus 2026,” jelasnya.
Dari sisi usaha tani, Detia mengungkapkan bahwa biaya produksi mengalami peningkatan dari sekitar Rp15 juta menjadi Rp20 juta per hektare. Namun, peningkatan produktivitas tersebut diperkirakan mampu memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp24 juta per hektare dengan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Sementara jika harga gabah mencapai Rp8.500 per kilogram, tambahan pendapatan diperkirakan dapat mencapai Rp32 juta per hektare.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Indramayu Januarto Wibowo menjelaskan, pengukuran dilakukan pada lahan dengan varietas padi dan kelompok tani yang berbeda. Kelompok Tani Bina Tani 2 dengan varietas Inpari 32 menghasilkan produktivitas 8,44 ton per hektare. Kemudian Tani Makmur dengan varietas Ciherang mencapai 12,35 ton per hektare.
