“Umat Islam saat ini harus mempelajari kitab kuning, kitab putih, sekaligus kitab abu-abu,” ujar Imron seusai menandatangani prasasti.
Ia menjelaskan, kitab kuning dimaknai sebagai kutub at-turats atau khazanah keilmuan Islam. Sementara kitab putih menggambarkan ilmu pengetahuan dan sains, sedangkan kitab abu-abu merujuk pada seni dan budaya.
“Dengan ilmu agamanya kuat, mengerti sains, dan menghargai tradisi serta budaya, insya Allah akan menjadi pribadi yang hebat,” katanya.
Baca Juga:Prabowo Kirim 200 Becak Listrik ke Kuningan, Untuk Lansia Tetap Produktif Cari NafkahDini-Revanza Pinunjul Nok Nang Dermayu 2026
Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar lembaga pendidikan Islam mampu melahirkan generasi yang memiliki fondasi agama kuat, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, sekaligus tidak kehilangan akar budaya.
Usai peresmian, Bupati Cirebon bersama Pembina YASIC juga melakukan penanaman pohon pule di halaman sekolah. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Kehadiran SD SAI Islamic Full Day School diharapkan dapat memperkaya pilihan pendidikan bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan di Kabupaten Cirebon.
