Terpisah, Direktur PT BIJB Ronald Sinaga mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Ditjen Perhubungan Udara serta Otoritas Bandara Soekarno-Hatta terkait kemungkinan pengalihan sejumlah penerbangan ke BIJB Kertajati. “Kertajati siap apabila ada pengalihan penerbangan dari bandara-bandara yang terdampak,” kata Ronald.
Dalam situasi yang belum stabil hingga kemarin, BIJB Kertajati memang menjadi salah satu opsi pengalihan penerbangan. Bahkan, maskapai Garuda Indonesia telah mengonfirmasi pengalihan sejumlah penerbangan menuju Kertajati. Dua penerbangan Garuda Indonesia yang dialihkan yakni GA 961 dengan rute Medan (MED)-Jakarta (CGK) dan GA 983 dengan rute Jeddah (JED)-Jakarta (CGK).
Ronald menyebut peluang pengalihan penerbangan ke Kertajati tidak hanya terbatas pada Garuda Indonesia. Maskapai lain juga berpotensi mengalihkan penerbangannya apabila kondisi di Bandara Soekarno-Hatta belum memungkinkan untuk kembali beroperasi secara normal.
Baca Juga:Diungkap, Penyebab Perubahan Desil DTSENLayanan Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Cirebon Serba Digital, PNS Tak Perlu Bolak-Balik ke Kantor
Menurutnya, hasil pemeriksaan BMKG menunjukkan sejumlah bandara di sekitar wilayah Cengkareng terdampak sebaran abu vulkanik. “Hasil paper test dari BMKG dari bandara-bandara terdekat dari Cengkareng seperti Halim dan Husein Sastranegara positif terdampak abu vulkanik, hanya Kertajati yang negatif,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat BIJB Kertajati memiliki posisi strategis sebagai alternatif apabila terjadi pengalihan penerbangan akibat gangguan cuaca maupun aktivitas vulkanik. Kesiapan fasilitas bandara, pelayanan penumpang, serta dukungan transportasi darat menjadi faktor penting untuk memastikan proses pengalihan penerbangan dapat berlangsung aman dan lancar.
Dengan adanya pengalihan penerbangan Garuda Indonesia tersebut, BIJB Kertajati kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu simpul transportasi udara alternatif di Jawa Barat, khususnya ketika operasional bandara utama di kawasan Jabodetabek mengalami gangguan.
Sementara itu, untuk mendukung proses pengalihan tersebut, Garuda Indonesia telah menyiapkan 15 armada bus untuk mengangkut penumpang dari BIJB Kertajati menuju lokasi tujuan selanjutnya.
General Manager Bandara Kertajati Nuril Huda mengatakan pihaknya memastikan kesiapan operasional sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada para penumpang yang terdampak pengalihan penerbangan. “Fokus kami adalah pada pelayanan yang mementingkan kenyamanan penumpang, serta seluruh kesiapan operasional bandara,” ujar Nuril Huda, kemarin. (dsw/bae/rc)
