“Sudah tiga hari teman-teman dari Pasawahan dan Padabeunghar terus berada di sini. Ada teman-teman dari Sapu Jagat untuk menggantikan, juga ada dari Sangiang. Ini lebih ke efisiensi tenaga untuk menangani karhutla,” kata Nandar.
Menurut dia, pergantian personel penting karena penanganan berlangsung di kawasan dengan medan yang sulit dijangkau. Relawan tidak hanya menghadapi api terbuka, tetapi juga harus memastikan bara di bawah material kayu tidak kembali menyala.
“Sekarang laporan bahwa api sudah padam, dalam proses mop up. Di sini yang terbakar banyak tunggak-tunggak yang sudah lama. Baranya bisa bertahan lama di bawah,” ujarnya.
Baca Juga:KONI Kabupaten Indramayu Pastikan Semua Atlet Mengikuti Porprov JabarDLH Kabupaten Indramayu Imbau Masyarakat Pantau Kualitas Udara lewat ISPUNet
Dalam penanganan tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan, antara lain mesin pompa, selang pemadam, nozzle dan perlengkapan pemadam lainnya. BPBD Kuningan juga menyiapkan water tank berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung suplai air, penyekatan dan proses pendinginan.
Penanganan sejak hari pertama dilakukan melalui koordinasi TNGC, aparat desa, TNI, Polri dan BPBD. Pada hari kedua, dukungan diperkuat MPA Paguyuban Silihwangi Ciayumajakuning, Forkopimcam Pasawahan dan masyarakat, serta penggunaan mesin pompa dan kendaraan double cabin milik TNGC.
Memasuki hari ketiga, kekuatan tim kembali diperluas. Kolaborasi lintas unsur tersebut membantu mempercepat pengendalian kebakaran di kawasan konservasi dengan medan sulit. Pemerintah menyiapkan dukungan penanganan dan logistik, sementara petugas TNGC, aparat serta relawan MPA bergerak menuju titik-titik yang sulit dijangkau.
Nandar berharap padamnya titik api dan proses mop up menjadi penutup rangkaian penanganan karhutla kali ini. Ia mengingatkan kewaspadaan tetap diperlukan karena kawasan Ciremai masih menghadapi kondisi rawan kebakaran selama musim kemarau.
“Mudah-mudahan ini hari terakhir untuk kebakaran. Jangan sampai ada lagi kebakaran di tempat-tempat lain, terutama di Ciremai,” ujarnya.
Dengan titik api yang tidak lagi terlihat, tim gabungan masih melakukan penyekatan dan pendinginan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran. (bud)
