Keterbatasan sumber air juga menjadi persoalan tersendiri. Ditambah kondisi vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang, api lebih mudah menjalar dari satu titik ke titik lainnya.
“Memang ada beberapa kesulitan, di antaranya akses jalan cukup terjal dan banyak batu-batu, angin yang berubah-ubah arah, cuaca panas, sulitnya sumber air. Namun kita upayakan supaya sebaran api tidak meluas,”katanya.
Menghadapi kondisi tersebut, petugas gabungan melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan. Personel dikerahkan ke sejumlah titik untuk memutus pergerakan api sekaligus melakukan pendinginan pada area yang telah terbakar.
Baca Juga:Warga Cihanjaro Kuningan Mendapat Bantuan Air Bersih Seba Sapton dan Babarit Meriahkan Hari Jadi Ke-528 Kuningan
Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Kuningan, Balai TNGC, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat peduli api (MPA). Sejumlah personel dari Yonif, Polres Kuningan, Balai TNGC dan MPA turut bergerak menuju titik-titik kebakaran. (ags)
