Rektor UMC, Arif Nurudin, S.T., M.T., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, laboratorium berbasis desa adalah wujud nyata pembelajaran kontekstual yang selama ini didambakan.
“Laboratorium tidak melulu harus berada di kampus. Desa, dengan segala potensi dan problematikanya, adalah ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa,” tutur Arif. Ia berharap, program ini semakin mempererat jalinan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberi dampak positif bagi warga desa. Dengan pendekatan 3L ini, UMC tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan problem-solving yang terasah melalui pengalaman nyata di lapangan.
